Sejumlah warga sekitar bersama penghuni rumah lainnya berusaha memadamkan kobaran api. Namun api sudah terlanjur membesar. Apalagi peralatan yang digunakan memadamkan api hanya seadanya. Kobaran api lantas merembes ke bagian plafon dan atap rumah.
“Kami sekeluarga betul-betul panik. Karena api sudah makin membesar,†ujar Irwan.
Dalam hitungan menit, api sudah membakar lebih dari separo bagian rumah Iwarn Paneo. Bahkan api mulai merembet ke rumah saudara Irwan Paneo, yaitu Yani Paneo dan Osin Paneo, yang terletak berdampingan dengan rumah Irwan Paneo.
Si jago merah kian mengamuk. Dalam sekejap rumah milik Yani Paneo sudah diliputi kobaran api. Begitu pula rumah Osin Paneo. Bangunan rumah yang terbuat dari anyaman bambu (pitate) mudah terbakar.
Menurut Yani Paneo, begitu mendengar Irwan meminta tolong ia lantas terbangun dan turut meminta pertolongan pula. Dan ketika api sudah mulai merembet ke rumah, ia tak bisa berbuat banyak.
“Pas rumah saya mulai terbakar, saya sudah tambah panik lagi. Beruntung keluarga saya di dalam rumah terselamatkan,” jelasnya.
Terpisah, Osin Paneo masih sock dengan kejadian yang menimpanya. Ia tak tahu harus berbuat apa tatkala api mulai membakar bagian demi bagian rumahnya. Tak ada barang dalam rumah yang bisa diselamatkan. Bahkan Osin sempat terjebak ketika api mulai membakar rumahnya.
“Saya sudah panik sekali, saya lihat api sudah besar sekali,†ucap Osin sambil berkaca-kaca. Ia mengaku tak tahu harus tinggal di mana lagi. Sebab, rumah yang terbakar merupakan peninggalan orang tuanya.
