Legislatif

DPRD Bonbol Kritik Pengadaan Sapi Rp10 M, Asal Ternak Berubah dari Sumbawa ke Sultra

×

DPRD Bonbol Kritik Pengadaan Sapi Rp10 M, Asal Ternak Berubah dari Sumbawa ke Sultra

Share this article
DPRD Bonbol Kritik Pengadaan Sapi Rp10 M, Asal Ternak Berubah dari Sumbawa ke Sultra
Anggota DPRD Bone Bolango, Sofyan Wahidji. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Anggota DPRD Kabupaten Bone Bolango, Sofyan Wahidji, mempertanyakan perbedaan informasi mengenai asal sapi dalam program pengadaan ternak milik Pemerintah Kabupaten Bone Bolango yang dianggarkan sekitar Rp10 miliar.

Berita Terkait:  Sulitnya Merajut Kebersamaan Ditengah Kemajemukan, Nasir: Tidak Terjadi di Desa Palopo

Perbedaan keterangan tersebut mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Menurut Sofyan, saat pembahasan anggaran sebelumnya DPRD memperoleh penjelasan bahwa sapi yang akan dibeli berasal dari Sumbawa. Namun, dalam RDP terbaru, pihak Dinas Pertanian menyampaikan bahwa penyedia justru mengontrak sapi dari Sulawesi Tenggara.

Berita Terkait:  Sekwan DPRD Boalemo Minta Staf Disiplin Kerja dan Pahami Tupoksi

“Ini yang menjadi tanda tanya bagi kami. Sebelumnya disampaikan pengadaan sapi berasal dari Sumbawa, tetapi dalam rapat hari ini dijelaskan berasal dari Sulawesi Tenggara. Perbedaan informasi ini harus dijelaskan agar tidak menimbulkan pertanyaan di kemudian hari,” ujar Sofyan.

Ia menjelaskan, RDP digelar untuk mengevaluasi pelaksanaan sejumlah program pemerintah daerah yang telah memasuki triwulan ketiga tahun anggaran.

Berita Terkait:  Pekan Ini, Dekab Gorut Bahas Tatib

DPRD menilai masih ada beberapa program yang progresnya belum terlihat secara maksimal,

termasuk pengadaan sapi yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah.

Berita Terkait:  PSU Pilkada Gorut Diharap Tak Berulang

Sofyan Wahidji mengungkapkan, DPRD telah menyetujui anggaran sekitar Rp10 miliar untuk program tersebut melalui Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Dinas Pertanian.

Berdasarkan penjelasan Kepala Bidang Peternakan, proses pengadaan telah berkontrak dan sapi saat ini sedang dalam perjalanan menuju Bone Bolango.

Berita Terkait:  Jadi Atensi, Dana Pilkada akan Dipenuhi Pada APBD 2024

Meski demikian, DPRD tetap menyoroti asal bibit sapi yang dipilih penyedia. Menurut Sofyan, berdasarkan aturan, bibit sapi seharusnya berasal dari daerah yang memenuhi persyaratan sebagai sentra penghasil bibit berkualitas.

Berita Terkait:  Kelanjutan Jalan Bypass Arah Molingkapoto Dipertanyakan

Dalam rapat itu, Kabid Peternakan menjelaskan bahwa proses survei dan pengambilan sampel bibit dilakukan di sejumlah daerah, antara lain Sumbawa, Bima, Makassar, dan Sulawesi Tenggara.

Berita Terkait:  Aleg Incumbent Golkar Berpeluang Jadi Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo

Namun, penyedia akhirnya menetapkan Sulawesi Tenggara sebagai lokasi pengadaan.

Penjelasan tersebut dinilai belum sepenuhnya menjawab perbedaan informasi yang sebelumnya diterima DPRD.

Berita Terkait:  APBD Harus Responsif dan Adaptif ke Rakyat

Untuk itu, Komisi III DPRD Bone Bolango akan mendalami proses pengadaan tersebut

untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan dan bibit sapi yang dibeli memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan.

Berita Terkait:  Terkait Pemukiman Kumuh, Pansus Masih akan Berkoordinasi dengan Pemprov

“Kami ingin memastikan proses pengadaan ini benar-benar transparan, sesuai aturan, dan menghasilkan bibit sapi yang berkualitas sehingga tujuan program dapat tercapai,” tegas Sofyan Wahidji. (Csr)