325 Ribu Anak Gorontalo Wajib Imunisasi

×

325 Ribu Anak Gorontalo Wajib Imunisasi

Share this article
Ilustrasi, Sumber : Google

Hargo.co.id, GORONTALO – Beberapa penyakit menjadi perhatian dunia saat ini. Upaya preventif dan promotif sudah sering dilakukan pemerintah Indonesia dalam menurunkan angka kesakitan. Pemerintah wajib berkomitmen untuk mengambil tindakan, khususnya untuk eradikasi polio, eliminasi campak, pengendalian rubella.

Pemberian imunisasi merupakan upaya prioritas untuk menekan penyakit menular yang bisa terjadi pada anak bayi sampai dengan balita. Sebab virus campak merupakan virus yang berbahaya bagi anak balita dan menjadi salah satu penyebab kematian di periode awal anak. Virus rubella sendiri merupakan virus yang paling berbahaya untuk embrio dan janin.

Bila seorang wanita terinfeksi rubella pada wkatu hamil, khususnya pada trimester pertama. Maka resiko infeksi terhadap janin sangat tinggi sekitar 95 persen. Penyakit ini bisa menyebabkan terjadinya kelainan terhadap janin, sehingga bisa menyebabkan terjadinya kelainan yang disebut dengan Congenital Rubella Syndrome.

Untuk mencegah hal itu, pemeritah Indonesia berkomitmen untuk mengeliminasi penyakit campak dan rubella pada tahun 2020 melalui program kampanye nasional vaksinasi campak dan rubella yang mensasar sekitar 70 juta anak. Di Gorontalo sendiri, ada sekitar 325 ribu anak wajib untuk mendapatkan vaksinasi imunisasi MR untuk mencegah terjadinya campak dan rubella.

Sehubungan dengan hal itu, Kamis (28/6) Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo yang diwakili kepala Bidang Pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P) Reyke Uloli, kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Erni Nuraini Mansur bersama-sama perwakilan UNICEF diantaranya Purwanta Iskandar, dr. Abdul Halik Malik, Hengki Widjaya, dan Badwi M. Amin melakukan visit media di Gorontalo Post.

Tujuannya untuk membahas terkait dukungan media dalam mensosialisasikan kampanye imunisasi MR tersebut. Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan UNICEF untuk merancang dan melaksanakan fase I program kampanye imunisasi MR di tahun 2017 untuk pulau Jawa.

Kini fase ke II program kampanye imunisasi MR yang dilaksanakan di tahun ini akan dimulai 1 Agustus hingga akhir September untuk 35juta anak di 28 provinsi di luar Jawa, termaksud di Provinsi Gorontalo yang mencapai 325ribu anak.

Menurut perwakilan UNICEF dr. Abdul Halik Malik yang juga sebagai kooridinator Provinsi Gorontalo dan Manado dalam kampanye imunisasi MR, salah satu keberhasilan program kampanye imunisasi MR tersebut karena adanya dukungan dari media massa. Sebab media massa memberikan sosialisasi advokasi dan komunikasi, mobilisasi sosial dan politik serta memantau dan daya tanggap real time dari kampanye imunisasi MR tersebut.

“Peran media di dalam program ini adalah untuk menyajikan pemberitaan yag akurat dan objektif serta menjadi penjernih atas berita-berita negatif terkait vaksinasi dan sebagai pengawas dan pendorong kemajuan serta pencapaian pelaksanaan program,” ucap Abdul Halik.

Pada kampanye imunisasi MR pada 1 Agustus mendatang anak yang wajib mendapatkan imunisasi berusia 9 bulan hingga 15 tahun. Yang diawali pada sekolah-sekolah di Provinsi Gorontalo.

“Semua anak berusia 9 bulan hingga 15 tahun wajib untuk di imunisasi MR. Jangan sampai ada yang terlewat. Sasaran juga akan ke masing-masing Puskesmas hingga ke Posyandu di tingkat desa. Kami harap partisipasi masyarakat akan banyak sehingga daerah mencapai 100 persen imunisasi MR. Dan Gorontalo bisa bebas campak dan Rubella,” tandas Abdul Malik. (ndi/gp/hg)