Hal senada juga disampaikan Eli, warga yang sama. Menurutnya warga sekitar setiap hari harus pergi ke desa tetangga sejauh 500 meter.
“Lantaran untuk menghemat air setiap hari, kadang balita saya tidak lagi dimandikan,” kata Eli.
Ia berharap hal ini dapat diperhatikan oleh pemerintah daerah. Secepatnya dapat di tanggulangi agar ia bersama warga Desa Pangatiboni tak terus-terusan dilanda krisis air bersih.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gorontalo Syam T. Ase yang ditemui saat berkunjung di desa tersebut mengatakan, krisis air di Desa Pangatiboni harus segera dicarikan solusinya oleh pemerintah.
“Saya menerima laporan warga terkait masalah ini. Makanya saya langsung turun. Ternyata benar. Ini gara-gara pipa air yang diharapkan untuk mengalirkan air dari sumber mata air pegunungan ke rumah warga tersumbat,” tutur Syam.
Untuk itu ia meminta pihak terkait untuk segera memeriksa kembali persolan pipa air penampung yang tersumbat itu. Selanjutnya, pemerintah juga perlu mengatur penggunaan air tersebut agar dapat digunakan oleh semua orang di Kecamatan Batudaa Pantai, khususnya di Desa Pangatiboni.
“Saya minta ini secepatkan ditindaklanjuti. Karena ini berkaitan dengan masalah hak hidup masyarakat,” pungkasnya. (tr-48/hargo)
