Jumat, 1 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Aktivitas Bocah Pengungsi eks Gafatar Gorontalo di Lokasi Karantina

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Minggu, 28 Februari 2016 | 23:07 Tag: ,
  

Seperti menyusun kata, menebak gambar, mewarnai, maupun sejumlah permainan lainan yang tujuannya untuk melatih kecerdasan anak usia dini. Selain itu, petugas juga memberikan sejumlah materi ringan tentang keagamaan kepada anak-anak itu dalam bentuk cerita.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo Adrian Lahay mengatakan, pihaknya berupaya menjamin anak-anak mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) itu mendapat layanan pendidikan yang layak.

“Pendidikan merupakan hak universal setiap anak, olehnya kami akan terus memantau layanan pendidikan yang telah didapat anak-anak mantan anggota Gafatar di Kalimantan itu,” ujarnya.

Selama tergabung dengan Gafatar, anak-anak itu tidak mengenyam pendidikan formal di bangku sekolah, melainkan hanya mendapat pendidikan di rumah atau belajar secara mandiri. “Semua anak itu selama ini mendapatkan pendidikan dengan pola belajar di rumah,” tambah Adrian.

Lebih lanjut Adrian mengatakan, umumnya anak-anak ini tidak tahu-menahu tentang apa itu Gafatar. Mereka terlibat kegiatan Gafatar hanya lantaran ikut orang tua. Jadi, anak-anak itu akan diperlakukan sebagaimana layaknya anak-anak.

Sejauh ini sejak dilakukan pembinaan terhadap 30 eks pengikut Gafatar itu, mulai ada perubahan baik terhadap perilaku, sikap maupun akhlak. Sebagian besar eks pengikut Gafatar itu ada yang mulai melaksanakan salat.

“Rencananya mereka akan diserahkan kepada pemerintah kabupaten/kota Minggu (28/2),” ujar Notnje Lakadjo.(***)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Laman: 1 2 3


Komentar