Jumat, 19 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Alm. Irfin Nehrun, Aktifis yang Paripurna (Mengenang Tujuh Hari Kepergiannya)

Oleh Berita Hargo , dalam Features Gorontalo , pada Rabu, 27 Juni 2018 | 02:16 Tag: ,
  

Mulai dari tekun beribadah, selalu mengajak pada kebaiakan dan di saat yang bersamaan konsisten menghindarkan diri serta komunitasnya dari kemaksiatan, suka beramal, jujur, sabar, teguh pendirian, tidak mau bicara kecuali diperlukan atau ditugaskan.

Tak pernah mengeluh, pekerja keras, tekun, penyayang, sopan lagi santun, rajin membaca dan mendiskusikan ilmu pengetahuan, pandai bersyukur, konsisten, setia, mencintai keluarga, kuat menjaga silaturrahim, berintegritas tinggi, peka terhadap lingkungan sekitar, tangguh, pantang menyerah dan gandrung akan perubahan. Sifat-sifat terpuji inilah yang menjadikan semua keluarga, sahabat, teman, senior, yunior, merasa tak sanggup mendengarkan kabar ‘kepergian’ almarhum tapat pada hari Kamis dini hari, tanggal 21 Juni 2018.

Tak sanggup karena dia ‘pergi’ bukan untuk sementara, tapi dia pergi untuk selama-lamanya, “Innalillaahi wainna ilaihi raziun,sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah, dan kepada Allah jugalah kami akan kembali (Q.S. Albaqarah. 156).

Inilah sekiranya gambaran kisah Almarhum IRFIN NEHRUN, S.IP, M.SI, mungkin tulisan ini tak bisa secara sempurna menggambarkan keparipurnaannya, namun setidaknya dapat menyadarkan diri kita bahwa selama ini kita pernah berteman, bersaudara, bermitra dan bergaul dengan sosok yang kesempurnaan budi baiknya tak akan bisa tergantikan untuk selamanya, dan semoga kisah singkat hidupnya dapat mengilhami kita dalam menjalani kehidupan hari ini dan seterusnya sampai tiba waktunya kita semua mendapat kesempatan yang sama untuk menyusulnya disisi Allah SWT.

Akhirnya sebagai penutup tulisan ini, izinkan saya menuliskan motto hidup yang menjadi spirit perjuangan almarhum semasa hidupnya, yang seingat saya pernah disampaikannya dalam salah satu pidato ‘kenegaraannya’ sebagai presiden mahasiswa, yakni petuah cina kuno bahwa, ‘jalan itu akan menjadi jalan kalau dijalani’. Wallahu alam bisawab, semoga Allah SWT, Mengampuni dosa-dosanya, menerangi kuburnya, dan pada akhirnya menempatkannya disisi Allah SWT. Selamat Jalan Saudaraku, kami padamu selalu. (Ghalieb Lahidjun)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar