Thursday, 16 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



APBD Perubahan Fokus Penanganan Covid-19

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Wednesday, 8 September 2021 | 20:05 PM Tags: , , ,
  TAPD bersama Banggar DPRD Gorontalo Utara pada pembahasan KUA-PPAS APBD Perubahan 2021, Selasa (07/09/2021). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Gorontalo Utara (Gorut), masih akan merinci lagi kekurangan anggaran yang dibutuhkan sampai akhir tahun. Ini sebagaimana yang dimintakan oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD dalam bentuk RKA secara rinci.

Hal tersebut disampaikan oleh Plh. Sekretaris Daerah (Sekda) Gorontalo Utara, Suleman Lakoro saat dimintai keterangannya terkait dengan perkembangan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD) Perubahan 2021, Selasa (07/09/2021). 

“Tadi kita sudah masuk hari kedua pembahasan KUA-PPAS APBD Perubahan, yang pada prinsipnya pembahasan tersebut fokus untuk memenuhi kebutuhan program vaksinasi sampai pada akhir tahun,” ungkap Suleman Lakoro.

Dalam rangka mensupport program vaksinasi dalam rangka penanganan covid tersebut kata Suleman pihaknya masih butuh suport atau dukungan dana. 

“Hanya saja posisi anggaran yang ada saat ini minim, dan masih membutuhkan beberapa milyar yang memang jika ditotal secara keseluruhan mencapai Rp 15 miliar,” tegasnya.

Terkait dengan kebutuhan tersebut, kata Suleman Lakoro, pihaknya diminta oleh Banggar DPRD untuk dapat merinci kebutuhan dana tersebut dalam bentuk RKA. Rincian tersebut agar pihak DPRD dapat mengetahui kebutuhan anggaran baik sifatnya umum, maupun mendesak dan juga dari mana sumber anggarannya.

Olehnya rasionalisasi anggaran, kata Suleman Lakoro, masih perlu dilakukan dan akan melihat mana anggaran untuk program yang masih dapat ditunda pelaksanaannya akan digeser untuk penanganan Covid-19 dan juga untuk program pemulihan ekonomi. 

“Untuk perubahan anggaran yang dilakukan saat ini fokusnya ada dua yang pertama untuk penanganan covid dan yang kedua untuk pemulihan ekonomi,” kuncinya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 14 times, 1 visits today)

Komentar