Sehingga kondisi di dalam tenda saat itu dalam keadaan gelap. Setelah memastikan seluruh siswa dan siswi telah tidur, pria berkulit sawo matang itu mengendap-endap masuk ke dalam tenda perempuan.
Tanpa banyak pikir, HL mulai mengerayangi tubuh siswinya yang rata-rata baru berusia 13-14 tahun. Aksi itu dilakukan HL satu per satu, hingga keseluruhan siswi sebanyak 13 orang.
Informasi yang diperoleh Gorontalo Post, siswi pertama yang digerayangi (sebut saja Mawar, samaran-red) sempat kaget dan terbangun ketika tangan HL menyentuh tubuhnya.
Namun, Mawar tak berani berteriak lantaran takut dianiaya HL. Sehingga Mawar memutuskan untuk berpura-pura tidur. Demikian pula siswa kedua dan ketiga (sebut saja Melati dan Bunga).
Melati dan Bunga ikut pula terbangun ketika HL mulai meraba-raba tubuh mereka. Hanya saja sama dengan Mawar, Melati dan Bunga juga takut untuk berteriak.
Sementara siswi yang lain tetap dalam kondisi tertidur, bahkan ada yang tak mengetahui sama sekali.
Di sisi lain, informasi lain yang diperoleh, sebelum ke tenda perempuan, HL sempat mengikat kaki para siswa menggunakan tali plastik (tali raffia).
Diduga aksi itu dilakukan HL agar bisa mengetahui apabila ada siswa yang bangun. Kendati begitu, pada pagi harinya sejumlah siswa dan siswi mempertanyakan tindakan yang dilakukan HL.
Disinyalir merasa terdesak, HL lantas mengumpulkan para siswa dan siswi, kemudian meminta agar merahasiakan apa yang dilakukannya.
