Hargo.co.id GENTUMA – Tak pantas ditiru dan sangat tak terpuji. Sebagai seorang guru, HL seharusnya memberi teladan dan contoh yang baik.
Apalagi pria berusia 35 tahun itu, sehari-harinya mengajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Sangat kental dengan pelajaran moral dan etika.
Sayangnya, perilaku HL tak sejalan dengan pelajaran yang diajarkannya. Oknum guru di SMP Negeri 1 Gentuma Raya, Gorontalo Utara itu malah diduga mencabuli siswinya. Ironinya, bukan hanya seorang tetapi 13 orang.
Dugaan pencabulan HL terhadap 13 siswi-nya bermula ketika para siswa-siswi SMP Negeri 1 Gentuma Raya mengikuti perkemahan di Lapangan Gentuma Raya.
Perkemahan itu sendiri dilaksanakan serangkaian menyemarakkan HUT RI ke-71.
Dalam kegiatan tersebut HL merupakan salah satu guru pendamping yang ditunjuk sekolah untuk mengawal kegiatan ekstrakuler siswa tersebut.
Awalnya, tak ada geliat mencurigakan yang ditunjukkan HL. Setelah beraktivitas sepanjang hari, HL lantas tidur bersama dengan siswa di tenda laki-laki.
Sementara para siswi tidur di tenda perempuan yang terpisah tetapi masih berdekatan tenda laki-laki. Hingga pada 17 Agustus dini hari sekitar pukul 03.00-04.00 wita, HL mulai berulah.
Ditengarai sebelum beraksi, HL telah menyusun rencana. Pada malam harinya (malam 17 Agustus,red), HL mematikan/tak memasang lampu penerangan di dalam tenda laki-laki dan perempuan.
