Hargo.co.id, GORONTALO – Kabupaten Boalemo tercatat sebagai daerah penerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) terbesar di wilayah kerja Sentra Tumou Tou Manado sepanjang 2026.
Hingga Juli 2026, bantuan yang disalurkan Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Tumou Tou Manado kepada masyarakat Boalemo mencapai Rp738.146.751.
Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan daerah lain dalam wilayah kerja Sentra Tumou Tou Manado yang mencakup Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Penyaluran bantuan kembali dilakukan melalui penyerahan bantuan ATENSI oleh Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, di halaman Kantor Dinas Sosial PMD Kabupaten Boalemo, Selasa (28/7/2026).
Pada penyaluran kali ini, bantuan senilai Rp522.150.475 diberikan kepada 140 penerima manfaat. Mereka terdiri dari penyandang disabilitas, lanjut usia, anak-anak dari keluarga kurang mampu dan kelompok rentan.
Bantuan yang diberikan mencakup dukungan nutrisi, peralatan adaptif untuk penyandang disabilitas, modal usaha kecil,
bantuan usaha pertanian dan nelayan, hingga perlengkapan sekolah.
Wakil Bupati Boalemo Lahmuddin Hambali menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial melalui Sentra Tumou Tou Manado atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat Boalemo.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Boalemo, kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia
melalui Sentra Tumou Tou Manado atas dukungan yang terus diberikan kepada masyarakat Boalemo.
Bantuan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi para penerima manfaat untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi,” ujar Lahmuddin.
Ia juga mengapresiasi Dinas Sosial PMD Kabupaten Boalemo yang terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat,
sehingga berbagai program sosial dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Lahmuddin berharap kerja sama dengan Kementerian Sosial melalui Sentra Tumou Tou Manado dapat terus diperkuat,
sehingga akses terhadap program perlindungan dan pemberdayaan sosial semakin luas.
Terutama bagi penyandang disabilitas, lanjut usia, anak-anak serta kelompok masyarakat rentan lainnya. (Rls)












