Kab. Boalemo

DPPKBP3A Boalemo Benahi Tata Kelola Alokon, Cegah Kekosongan Stok Kontrasepsi

×

DPPKBP3A Boalemo Benahi Tata Kelola Alokon, Cegah Kekosongan Stok Kontrasepsi

Share this article
DPPKBP3A Boalemo Benahi Tata Kelola Alokon, Cegah Kekosongan Stok Kontrasepsi
Foto bersama peserta diskusi partisipatif dan pembinaan penguatan tata kelola alokon yang berlangsung di Aula DPPKBP3A Kabupaten Boalemo, Senin (19/10/2026).

Hargo.co.id, GORONTALO – Ketersediaan alat dan obat kontrasepsi (Alokon) di fasilitas kesehatan menjadi perhatian Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Boalemo. Pembenahan tata kelola logistik terus didorong agar kebutuhan pelayanan Keluarga Berencana (KB) dapat terpenuhi secara tepat.

Berita Terkait:  Lahmuddin Hambali Sentil ASN Boalemo: Jangan Cuma Tuntut Hak, Kewajiban Diabaikan

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Boalemo, Dr. Robert Pauweni, S.K.M., M.Si., menegaskan bahwa

pengelolaan persediaan kontrasepsi harus ditopang pencatatan yang akurat dan pelaporan secara berkala.

Berita Terkait:  Kepala Desa Bajo: Kita disini Darurat Sampah

Langkah ini penting untuk mengantisipasi kekurangan stok sekaligus mencegah penumpukan barang yang berisiko kedaluwarsa.

Menurut Robert, kesesuaian antara data persediaan dan kebutuhan pelayanan menjadi salah satu faktor penentu kelancaran distribusi Alokon di setiap fasilitas kesehatan.

Berita Terkait:  Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Boalemo Mulai Terima 270 Siswa Angkatan Perdana

“Pengelolaan Alokon harus didukung data yang akurat dan diperbarui secara berkala. Kita perlu memastikan persediaan di fasilitas kesehatan sesuai dengan kebutuhan pelayanan, sehingga risiko kekurangan stok maupun penumpukan barang yang berpotensi kedaluwarsa dapat diantisipasi,” ungkapnya.

Upaya pembenahan tersebut dibahas dalam Diskusi Partisipatif dan Pembinaan Penguatan Tata Kelola Alokon yang berlangsung di Aula DPPKBP3A Kabupaten Boalemo, Senin (19/10/2026).

Berita Terkait:  Seleksi PPAP Tahun 2025 Tingkat Kabupatean Boalemo Resmi Dimulai

Dalam kegiatan itu, peserta mendapat penguatan mengenai optimalisasi Sistem Informasi Rantai Pasok Alokon (SIRIKA). Sistem ini digunakan untuk mendukung pemantauan logistik, mulai dari proses penerimaan, penyimpanan hingga penyaluran kontrasepsi ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Melalui pencatatan yang lebih tertib, pengelola diharapkan dapat mengetahui kondisi persediaan secara lebih akurat. Informasi tersebut menjadi dasar untuk memperkirakan kebutuhan, mengatur distribusi, serta mengantisipasi potensi kendala dalam pemenuhan logistik KB.
Berita Terkait:  Jembatan Penghubung Desa Harapan dan Sukamaju Roboh, Realisasi Dana Puluhan Miliar Disoal

Pembahasan juga mencakup keterkaitan SIRIKA dengan Sistem Informasi Keluarga (SIGA).

Sinkronisasi kedua sistem tersebut dinilai penting agar data persediaan Alokon dapat selaras dengan informasi pelayanan KB,

Berita Terkait:  Ratusan Karateka Ramaikan Kejuaraan Piala Shokaido di Boalemo

sehingga perencanaan kebutuhan dan evaluasi distribusi bisa dilakukan secara lebih terarah.

Selain penguatan sistem informasi, kegiatan ini menjadi ruang koordinasi bagi pengelola program KB dan bidan penanggung jawab pelayanan KB dari fasilitas kesehatan se-Kabupaten Boalemo. Mereka membahas penyamaan pemahaman mengenai definisi operasional, mekanisme pelaporan, serta koordinasi antarpengelola dan instansi terkait.

Berita Terkait:  Bupati Rum Pagau Serahkan Pertanggungjawaban APBD 2025 ke DPRD Boalemo

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris BKKBN Provinsi Gorontalo, Effendi Korompot, S.H., M.Si.,

bersama Ketua Tim Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR), Anna Panigoro, S.H., M.Pd.

Berita Terkait:  Lahmuddin Harap, Jambore jadi Wadah Pembentukan Kader Unggul dan Berkarakter

Turut hadir perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo serta jajaran pengelola data dan logistik KB.

Melalui pembinaan tersebut, DPPKBP3A Boalemo berharap pengelolaan Alokon semakin akuntabel dan mampu menjamin ketersediaan kontrasepsi sesuai kebutuhan masing-masing fasilitas kesehatan.

Berita Terkait:  Di TMP Kalibata, Bupati Rum Panjatkan Doa untuk Almarhum Rachmat Gobel

Tata kelola rantai pasok yang baik diharapkan tidak berhenti pada ketertiban administrasi, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap keberlangsungan pelayanan KB. Dengan dukungan data yang akurat dan koordinasi yang kuat, akses masyarakat terhadap layanan KB yang berkualitas diharapkan tetap terjaga.(Rls)