Hargo.co.id, GORONTALO – Posyandu di Kabupaten Gorontalo didorong tidak hanya menjadi tempat penimbangan balita dan pemeriksaan ibu hamil.
Lembaga pelayanan kesehatan berbasis masyarakat ini dituntut lebih aktif mendeteksi persoalan kesehatan warga, mulai dari risiko kematian ibu dan bayi, tuberkulosis (TBC), malaria, hingga rendahnya capaian imunisasi anak.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi menegaskan, penguatan peran Posyandu menjadi penting agar pelayanan dasar tidak hanya terpusat di fasilitas kesehatan, tetapi menjangkau masyarakat hingga ke desa dan kelurahan.
Menurut Sofyan, Posyandu kini memiliki cakupan pelayanan yang lebih luas melalui penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Karena itu, pelaksanaannya membutuhkan keterlibatan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta tenaga kesehatan.
“Posyandu kita telah mentransfer dirinya menjadi enam layanan SPM. Ini tinggal bagaimana kita mengoptimalkan keberadaannya melalui sinergi lintas sektor dan OPD pengampu agar bisa diakses langsung hingga ke tingkat desa,” ujar Sofyan Puhi.
Ia mengungkapkan, hasil evaluasi di tingkat kecamatan masih menemukan persoalan kematian ibu dan bayi yang perlu mendapat perhatian serius. Penanganannya tidak cukup hanya mengandalkan layanan medis, tetapi juga harus memperhatikan kondisi gizi, kesehatan keluarga, serta faktor sosial ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, upaya pengendalian TBC perlu diperkuat. Pemerintah daerah juga diminta mewaspadai potensi peningkatan kasus malaria, terutama di wilayah yang menunjukkan lonjakan kasus. Capaian imunisasi anak pun harus terus didorong agar target yang ditetapkan dapat terpenuhi.
Sofyan turut menyoroti pelayanan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Ia meminta puskesmas dan jajaran kesehatan memberikan penanganan medis serta pendampingan secara humanis, sehingga masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut tidak terabaikan.
Berbagai persoalan itu, lanjutnya, membutuhkan koordinasi lintas sektor. Posyandu bersama OPD terkait harus mampu mengidentifikasi kebutuhan warga, memperkuat edukasi kesehatan, dan memastikan masyarakat memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan.
Arahan tersebut disampaikan Sofyan Puhi saat membuka Pertemuan Advokasi, Koordinasi, dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 di Hotel FOX, Kota Gorontalo, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan itu diikuti OPD pengampu enam SPM Posyandu, camat, kepala puskesmas, kader kesehatan, serta kepala desa dan lurah.
Melalui pertemuan tersebut, pemerintah daerah mendorong penguatan koordinasi agar Posyandu semakin berperan
dalam mendeteksi dan menangani persoalan kesehatan masyarakat sejak dini.(Adv)












