Hargo.co.id, GORONTALO – Antrian panjang akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BMM) jenis Solar juga terjadi di hampir semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) memantik perhatian pihak PT. Pertamina Gorontalo. Untuk mengantisipasi kelangkaan solar bersubsidi, maka semua SPBU di Gorontalo diingatkan untuk tidak menyalahgunakan penyaluran ke masyarakat.
Pantauan Hargo.co.id (Gorontalo Post Grup), Jumat (10/08/2018), puluhan mobil yang terdiri dari truk dan bus mengular hingga 50 Meter. Menurut Rahmat Husa, salah satu petugas SPBU mengatakan, terjadinya antrian di SPBU sudah berlangsung sejak dua Bulan terakhir. Banyaknya kendaraan yang datang melakukan pengisian Solar di SPBU hari-harinya terus bertambah.
“Kalau stok kita tetap 8.000 Liter, hanya kendaraan yang mengisi sudah membludak, dan saya perhatikan banyak kendaraan yang dari Sulawesi Tengah, sudah mengisi disini” ujar Rahmat Husa saat diwawancarai Jumat (10/8).
Sementara itu saat dikonfirmasi awak koran ini, Internal PT. Pertamina Gorontalo Tri mengatakan, sejauh ini wilayah Gorontalo sejatinya tidak terjadi kelangkaan Solar. Kesediaan stok Solar diakuinya masih terbilang cukup. Namun, terjadinya antrian di beberapa SPBU saat ini menurutnya disebabkan oleh gairah kebutuhan Solar di Masyarakat yang sedang meningkat.
“Kebutuhan akan solar kita memang sedang meningkat sekarang. Dan ini akan berlangsung hingga November nanti puncaknya” ujar Tri.
Lebih lanjut Tri tak lupa mengingatkan agar penggunaan Solar bersubsidi tidak disalah salurkan pihak SPBU sebagai langkah waspada. Pasalnya, di tengah musim Industri pembangunan ini, biasanya banyak Solar bersubsidi yang digunakan untuk dunia Industri dalam jumlah yang besar. “Saya lihat di SPBU-SPBU sudah tidak ada lagi yang menyalurkan solar bersubsidi untuk para kontraktor,”pungkas Tri. (tr60/gp/hg)
