Bedah Buku Sejarah Perempuan Gorontalo Di Momen Hari Kartini 21 April

×

Bedah Buku Sejarah Perempuan Gorontalo Di Momen Hari Kartini 21 April

Share this article
KEGIATAN peringatan hari kartini dirangkaikan bedah buku Menggerakkan Roda Zaman, di Ballroom Damhil UNG. Jumat (21/4). (FOTO : JALAL KHAN/GORONTALO POST)

Pertahankan Kodrat Perempuan

Di sisi lain dalam diskusi juga mencuat meski menempati posisi strategis, kaum perempuan Gorontalo tak pernah lupa akan kodratnya sebagai kaum perempuan dan ibu rumah tangga. Hal itu disadari dan diakui Winarni Monoarfa. Meski dirinya menjabat posisi sebagai Sekda Provinsi Gorontalo dan gelar akademik tertinggi, dirinya selalu menempatkan sang suami nomor 1.

“Saya tahu dan sadar, bahwa tanpa peran suami saya tak bisa seperti ini,” ujar Winarni disambut aplaus peserta diskusi.

“Sehingga itu pesan saya kepada setiap perempuan untuk tetap selalu rendah hati, dan tetap menghargai suami,” kata Winarni.

Sementara itu, penulis buku Basri Amin, mengatakan salah satu motivasi dalam buku ini adalah bagaimana perempuan-perempuan Gorontalo bisa menjadi seorang pemimpin, dengan tidak melupakan kodratnya sebagai seroang perempuan.

Perempuan zaman dulu yang berada di buku menggerakkan roda zaman, tentunya tidak kalah dengan perempuan pada sekarang ini.

“Contohnya, kita bisa melihat para narasumber yang tampil ini, mulai dari Prof. Winarni Monoarfa, Prof. Moon Otoluwa, dr. Nurinda Rahim, ibu Nontje Lakdjo, dan moderator Dr. Irma Botutihe, semuanya sangat luar biasa, dan sudah banyak berbuat untuk Gorontalo. Apa yang ada dalam buku saya itu bagian dari referensi saja,” pungkasnya. (wan/san/hargo)