Penjagub Gorontalo, Hamka Hendra Noer, PJ Sekprov Gorontalo, Syukri Botutihe foto bersama dengan warga Gorontalo yang tengah berada di rumah singgah di Manado. (Foto: Diskominfotik)

Berobat di Manado, Warga Gorontalo Diimbau Manfaatkan Rumah Singgah

Gorontalo

Hargo.co.id, MANADO – Warga Gorontalo yang menjaga keluarganya tengah berobat atau menjalani perawatan di Manado, Sulawesi Utara, diimbau untuk memanfaatkan rumah singgah milik Pemprov Gorontalo yang terletak di Jalan Sea, Kelurahan Malalayang.

Imbauan ini disampaikan Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer, saat mengunjungi rumah singgah tersebut, Sabtu (7/1/2023).

banner 728x485

Hamka menilai keberadaan rumah singgah yang sudah ada sejak tahun 2017 itu sangat bermanfaat untuk warga Gorontalo yang sedang berobat di Manado. Lokasinya tidak jauh dari Rumah Sakit Umum Daerah Kandow, salah satu rumah sakit rujukan di kawasan Indonesia Timur.

“Biaya berobat mungkin ditanggung BPJS tapi pasien dan keluarga yang mendampingi selama berobat pasti butuh penginapan dan lain lain. Rumah singgah ni disiapkan untuk memenuhi kebutuhan itu, jadi silakan dimanfaatkan dengan baik,” kata Hamka.

Masih banyaknya warga Gorontalo yang berobat di luar daerah menjadi tantangan tersendiri bagi Hamka dan pemerintah daerah. Salah satu solusinya yakni dengan menaikkan status RSUD dr. Hasri Ainun Habibie menjadi rumah sakit rujukan tipe B. Selain persoalan fasilitas dan alat kesehatan yang canggih, ketersediaan dokter spesialis masih menjadi pekerjaan rumah.

“Ke depannya memang pemerintah terus memikirkan sesegera mungkin untuk meningkatkan kualitas rumah sakit di kita. Kalau mereka dirujuk itu artinya belum terlayani di rumah sakit Gorontalo,” harapnya.

Dalam kunjungan ini, Penjagub Hamka yang didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Gorontalo drg. Gamaria Monoarfa, PJ Sekdaprov Gorontalo dan beberapa pimpinan OPD, bertemu dengan beberapa pasien dan keluarga yang sedang memanfaatkan keberadaan rumah singgah.

Ada empat pasien dan perwakilan keluarga yang sedang tinggal di rumah singgah. Salah satu syarat bisa tinggal di rumah singgah yakni pasien kelas III rujukan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang didata leh Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo melalui program Jamkesta.(*)

Penulis: Iwan Mokodompis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *