Rabu, 20 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



BPKP Bertandang ke Kejari Boalemo, Ada Apa Ya..?

Oleh Admin Hargo , dalam HumKam Metropolis , pada Jumat, 24 September 2021 | 02:05 AM Tag: , ,
  Kasi Pidsus Kejari Boalemo, Rafid M Humolungo (tengah), memberikan keterangan pers di ruang kerjanya. (Foto:Abdul Majid Rahman/HARGO

Hargo.co.id, GORONTALO – Sejumlah pejabat Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Gorontalo, bertandang ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Kamis, (23/09/2021).

Kunjungan para pejabat lembaga non Kementerian itu, terkait dugaan perkara korupsi dana hibah di tubuh pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), yang saat ini masih terus bergulir di meja hukum Adhyaksa Boalemo.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Boalemo, Ahmad Muchlis, melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Rafid M Humolungo, menyebut, kedatangan pihak BPKP, tak lain dalam rangka melakukan klarifikasi terkait audit dugaan kerugian keuangan negara pada perkara KONI.

“Jadi, ini sesuai surat yang sudah dilayangkan BPKP. Jadwalnya 2 hari, dan kita dari Pidsus Kejari Boalemo juga akan back up, dalam arti jika ada hal-hal lain yang belum kita tanyakan di BAP saksi, maka kita akan buatkan berita acara untuk saksi tambahan,” kata Rafid dalam keterangannya, Kamis, (23/09/2021).

“Besok, klarifikasi untuk pengurus KONI, dan hari ini untuk seluruh cabang olahraga. Tadi ada kurang lebih 20 cabang olahraga yang belum bisa kami jelaskan lebih detail, karena itu menjadi kewenangan BPKP. Nanti setelah ini mereka akan memberikan lampiran atau hasil dari audit kerugian keuangan negara,” paparnya di hadapan sejumlah awak media.

Sesuai jadwal tahapan lanjut Kasi Pidsus Kejari Boalemo, setelah ini pihaknya akan melakukan ekspos perkara. Namun, terlebih dahulu akan meminta petunjuk pimpinan. Apakah, hasil ekspos itu sendiri sudah bisa ditindaklanjuti untuk penetapan tersangkanya.

“Kita lihat seperti apa hasil audit kerugian keuangan negara dari BPKP, kita lihat apakah sudah sempurna atau mendekati sempurna atau sudah cukup, barangkali kita sudah bisa lanjut dengan tahapan berikutnya, yang pasti tahun ini kita selesaikan satu penyidikan,” kuncinya. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 226 times, 1 visits today)

Komentar