GorontaloHeadline

BPOM dan Sejumlah OPD di Gorontalo Turun Lapangan Uji Kelayakan Takjil, Ini Hasilnya

×

BPOM dan Sejumlah OPD di Gorontalo Turun Lapangan Uji Kelayakan Takjil, Ini Hasilnya

Share this article
BPOM dan Sejumlah OPD di Gorontalo Turun Lapangan Uji Kelayakan Takjil, Ini Hasilnya
Petugas BPOM tengah melakukan uji kelayakan takjil di depan Kampus I UNG, Jumat (20/2/2026). (Foto: Nur Awalia/Mahasiswa magang UNG)

Hargo.co.id, GORONTALO – Tim gabungan dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Gorontalo bersama Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Ketahanan Pangan melakukan inspeksi mendadak terhadap pedagang takjil di kawasan depan Kampus I Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Jumat (20/2/2026).

Berita Terkait:  Taufik Sidiki jadi Pemateri Utama di Diklat Dasar Satpol PP Angkatan I

Dalam kegiatan tersebut, petugas mengambil 34 sampel makanan dan minuman untuk diuji di laboratorium. Sampel yang diperiksa meliputi aneka minuman berwarna, kue basah, mie, lemper, es buah, batagor, bakwan, hingga ikan suwir yang dibeli langsung dari lapak pedagang.

Pengujian difokuskan pada deteksi bahan berbahaya yang dilarang dalam pangan, seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan methanyl yellow.

Berita Terkait:  Bank SulutGo akan Terus Berkomitmen Majukan Gorontalo

Langkah ini dilakukan guna memastikan takjil yang beredar selama Ramadan aman dikonsumsi masyarakat.

Kepala BPOM Gorontalo, Lintang Purba Jaya, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan pengawasan perdana pada pekan pertama Ramadan.

Berita Terkait:  Beli Solar Bersubsidi Makin Susah, Puluhan Supir Truk di Gorontalo Demo di Kantor Gubernur

Ia menegaskan, pemeriksaan akan terus dilakukan secara rutin hingga akhir bulan suci.

“Pengawasan ini bagian dari komitmen kami untuk memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat selama Ramadan benar-benar aman dan memenuhi standar,” ujarnya.

Berita Terkait:  Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Organisasi Media di Gorontalo akan Gelar Demo

Dari hasil uji laboratorium terhadap 34 sampel tersebut, seluruhnya dinyatakan bebas dari kandungan bahan berbahaya.

Meski demikian, tim gabungan akan tetap menggencarkan pengawasan sebagai langkah preventif demi menjaga kesehatan masyarakat selama bulan Ramadan.

Berita Terkait:  Penjagub Gorontalo Rudy Salahuddin Disambut Adat Mopotilolo

Untuk itu, masyarakat diingatkan pentingnya menggunakan bahan baku yang segar dan aman, serta tidak memakai bahan berbahaya seperti boraks, formalin, maupun methanyl yellow.

Selain itu, pedagang juga diajak menjaga kebersihan lapak, peralatan, dan cara penyajian agar makanan tetap higienis.(Mg-08) 

Berita Terkait:  Aleg Golkar Ngamuk saat Pembahasan APBD di DPRD Kabgor