Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menghadirkan pasar murah bersubsidi sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Kali ini, program tersebut menyasar 1.000 warga di Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, yang berlangsung di Lapangan Desa Biluhu Barat, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, didampingi Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Kumperindag) Provinsi Gorontalo, Faisal Lamaraka.
Kehadiran keduanya disambut antusias masyarakat yang sejak pagi memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga subsidi.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Idah menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi tekanan harga kebutuhan pokok.
Wagub Idah Syahidah mengenang kunjungannya ke Biluhu saat masa kampanye bersama Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail pada 2024.
Menurutnya, kembali hadir di lokasi yang sama menjadi momentum untuk menepati komitmen menghadirkan program yang dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.
“Dulu kami pernah bertemu masyarakat di lapangan ini saat masa kampanye. Hari ini saya kembali hadir untuk membawa program pasar murah bersubsidi. Kami mohon maaf karena baru kali ini bisa berkunjung dan melaksanakan kegiatan ini di Biluhu,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat diberikan keleluasaan dalam berbelanja sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Warga tidak diwajibkan membeli seluruh komoditas yang tersedia dalam paket subsidi, melainkan dapat memilih bahan pokok yang paling dibutuhkan.
“Kalau dananya terbatas, tidak perlu membeli semua komoditas. Masyarakat bisa menyesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga, misalnya hanya membeli beras, minyak goreng, atau gula pasir,” jelas Wagub Idah Syahidah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo, Faisal Lamaraka, mengatakan bahwa pasar murah bersubsidi merupakan salah satu strategi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus menekan laju inflasi.
Program ini juga menjadi bentuk intervensi pemerintah agar masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang terjangkau.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menyediakan berbagai komoditas penting, antara lain beras 5 kilogram seharga Rp25 ribu,
minyak goreng Rp10 ribu per liter, cabai rawit Rp10 ribu per 0,25 kilogram, bawang merah Rp10 ribu per 0,5 kilogram,
gula pasir Rp10 ribu per kilogram, telur ayam Rp10 ribu per 10 butir, serta ayam pedaging Rp20 ribu per ekor.
Jika dihitung berdasarkan harga pasar, seluruh komoditas tersebut bernilai sekitar Rp265 ribu.
Namun melalui subsidi yang diberikan Pemerintah Provinsi Gorontalo, masyarakat dapat memperolehnya hanya dengan Rp95 ribu.
Program pasar murah bersubsidi terus menjadi salah satu andalan Pemerintah Provinsi Gorontalo
dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah dinamika harga kebutuhan pokok yang masih berfluktuasi.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap beban pengeluaran rumah tangga dapat berkurang sekaligus menjaga kestabilan ekonomi daerah.(Rls)












