Minggu, 3 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bukan hanya Tinggal di Kandang Ayam, Hapsah Saleko Ternyata sudah 12 Tahun Mengabdi dengan Gaji Kecil

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 19 Februari 2016 | 22:42 Tag: , , , ,
  

“Gaji kami terima setiap 3 bulan sekali,” kata Hapsa ketika diwawancarai Gorontalo Post, Kemarin, (18/2).

Upah yang diperoleh Hapsah itu ditambah dengan pendapatan Fery Alyo, suami yang sehari-harinya sebagai abang bentor. Bentor yang dibawa Fery bukan miliknya sendiri, sehingga ia pun harus mengejar setoran setiap hari.

“Kadang 30 ribu ia bawa pulang, kadang kurang, kadang hanya untuk setoran,” kata Hapsah yang mengenakan kaos oblong putih dipadu traning hijau, sore itu.

Total pendapatan dari Hapsah dan suaminya itu habis untuk belanja makan dan minum keluarga sehari-hari. Itu pun dengan extra hemat. Dengan hasil itu, hingga kini Hapsah pun tak kunjung membangun rumah.

Sebelum tinggal di kandang ayam tersebut, dahulu Hapsah tinggal bersama kedua orang tuanya di desa setempat. Namun, setelah menikah, kondisi rumah yang sangat kecil memaksanya untuk mencari tempat lain.

Ia sempat mengontrak rumah milik sepupunya yang juga masih di Desa Talumelito. Namun rumah tersebut digusur akibat pembangunan jalan Lingkar Gorontalo Ring Road (GORR).

“Karena sudah tak ada lagi tempat murah yang bisa saya kontrak saya pun meminjam kandang ayam ini. Kandang ini milik Asmin Masulu, ia masih tante saya. Alhamdulillah dia berbaik hati meminjamkan tempat ini untuk saya tinggali,” tuturnya.

Selama ini menurut Hapsa ia tak pernah tersentuh bantuan pemerintah daerah. Ia juga tak pernah mengeluhkan masalah ini. Sebelumnya ia sempat didatangi oleh pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo. Namun, tetap saja bantuan yang ia harapkan masih menjadi mimpi disiang bolong.

(Visited 5 times, 1 visits today)

Laman: 1 2 3


Komentar