GORONTALO, Hargo.co.id –Â Masyarakat di sebagian besar wilayah Gorontalo kemungkinan besar bisa menyaksikan proses gerhana bulan total (GBT) secara utuh, pada malam nanti (31/1). Karena saat fenomena alam langka yang hanya terjadi 18 tahun sekali itu, cuaca di sebagian besar wilayah berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gorontalo berada dalam kondisi cerah.
Hanya beberapa wilayah yang langitnya diperkirakan berawan meliputi Popayato, Tibawa, Tilamuta, Boliyohuto dan Sumalata. Sehingga masyarakat yang ada di daerah lain, disarankan untuk memilih tempat yang pas untuk menyaksikan proses GBT tersebut. Yaitu tempat ketinggian seperti puncak gunung, bangunan tinggi, atau tepi pantai yang menghadap ke arah timur dan timur laut.
Beberapa tempat yang mungkin bisa menjadi referensi menjadi tempat nonton bareng gerhana total seperti Benteng Ulantha di Bone Bolango, Benteng Otanaha di Kota Gorontalo, Puncak Dulamayo di Kabupaten Gorontalo.
Untuk lokasi di tepi pantai, kawasan tangga 2000 di Kota Gorontalo dan pulau Saronde di Gorut bisa menjadi tempat alternatif menyaksikan proses gerhana bulan total. “Sesuai perkiraan cuaca esok (hari ini,red), saat gerhana dimulai ada beberapa tempat di Gorontalo yang cenderung berawan dan agak mendung, namun itu tidak lama.
Menjelang puncak gerhana di atas atau di atas pukul 20.00 Wita, mulai agak cerah,” ungkap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Gorontalo Fathuri Syahbani ketika diwawancarai Gorontalo Post, kemarin, (30/1).
Selain itu sambung Fathuri, dari sisi geografis, setiap tempat di wilayah Gorontalo juga dapat menyaksikan GBT. Memang, pada saat proses gerhana dimulai, posisi bulan baru berada pada ketinggian sekitar 13 derajat sampai 25 derajat. Namun menjelang puncak gerhana, elevasi ketinggian bulan sudah tinggi sehingga bisa terlihat darimana saja. “Asal pengamat tidak terhalang pandangannya ke arah Timur dan Timur Laut Gorontalo, gerhana bisa terlihat,” terangnya.
Menyangkut titik-titk yang menarik untuk menyaksikan gerhana bulan, Fathuri mengatakan pada prinsipnya semua tempat memenuhi syarat. Mengingat elevasi ketinggian bulan yang berada cukup tinggi.
Kecuali jika pengamat ingin mengabadikan gambar untuk mengambil segi estetikanya, maka bisa memilih tempat khusus yang bisa diambil latar depan dari pemandangan gerhana.
“Paling bagus apabila ada landmark seperti bangunan, menara, bayangan bukit, pohon di latar depannya Gerhana sehingga indah untuk diabadikan,” pungkasnya.
Disisi lain, sebagai umat bergama, proses gerhana bulan juga disarankan untuk melakukan salat di Masjid. Bahkan beradar melalui whatsapp edaran Kementerian Agama RI terkait pelaksanaan salat gerhana (Salat khusuf). Surat bernomor B.156/DJ.III/HM.01/01/2018 juga menuliskan jika gerhana bulan total 31 Januari 2018 juga telah diputuskan melalui hasil kerja hisab rukyat pada 24-26 mei 2016 di Bogor. (and)
