Hargo.co.id GORONTALO – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-71 menjadi momen spesial bagi Gorontalo, Rabu (17/8). Betapa tidak, pemimpin upacara yang dipusatkan di Istana Negara itu adalah Komandan Brigaden Infanteri 22/Otamanasa Kolonel Inf. Putera Widyawistara.
Kepercayaan yang diberikan kepada Kolonel Inf.Putera Widyawistara itu semakin lengkap dengan mandat yang diberikan kepada Paskibraka asal Gorontalo Rahmat Duhe.
Rahmat dipercaya sebagai penerima bendera dari pembawa baki serta pengibar bendera.
Sebagaimana diketahui, Kolonel Infanteri Putera Widyawistara menjabat sebagai Danbrigif 22/Otamanasa sejak 2015 lalu.
Pria kelahiran Singaraja 3 April 1971 ini pernah bertugas sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) Nunukan 0911. Putera Widyawistara merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1995.
Sementara itu pada upacara HUT RI ke-71 tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Presiden Joko Widodo mengundang ribuan masyarakat umum untuk menghadiri peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 di Istana Merdeka.
Presiden memang menghendaki agar masyarakat umum diberikan kesempatan yang lebih besar untuk menghadiri peringatan kemerdekaan kali ini.
Sekitar 2.210 masyarakat umum diundang untuk dapat hadir di upacara pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih. Dari jumlah tersebut, 1.210 orang diundang untuk menghadiri upacara di pagi hari. Tamu undangan khusus tersebut datang dari sejumlah daerah di Indonesia.
Jabodetabek, Karawang, Serang, Bandung, Medan, Papua, Bali, dan Nusa Tenggara Timur merupakan beberapa daerah asal di antaranya.
Sejumlah masyarakat yang hadir pada peringatan kali ini juga datang dari latar belakang dan profesi yang berbeda. Rombongan yang datang dari Jawa Barat misalnya, mereka semua memiliki profesi sebagai petani, peternak, petugas kebersihan, komunitas kreatif film, komunitas hijabers, guru, seniman, dan perajin.
Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala menyebut, undangan peringatan kemerdekaan kali ini akan lebih didominasi oleh masyarakat ketimbang pejabat.
“Perbandingannya, yaitu 70 persen undangan dari rakyat dan 30 persennya dari pejabat. Rakyat diajak untuk ikut merayakan dan memiliki rasa kemerdekaan ini,” terangnya sebagaimana dilansir laman sekretariat negara.(san/hargo)
