Demo Tolak Komunis Nyaris Ricuh

×

Demo Tolak Komunis Nyaris Ricuh

Share this article
Gerbang Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dipenuhi coretan massa aksi yang berisi tulisan penolakan terhadap paham radikal dan komunis. INSET : Massa aksi nyaris bentrok dengan petugas security kampus yang melarang aktivitas orasi di kampus atas perintah rektorat, kemarin, (16/5). (FOTO : Natha/GP).

Terpisah, WR III UNG Fance Wantu mengatakan, saat dikonfirmasi terkait persoalan ini membantah dirinya telah mengajak duel Nurhadi Taha. Fence mengatakan, persoalan ini bermula saat para demonstran hendak memaksa masuk ke dalam Kampus Universitas Negeri Gorontalo untuk menggelar aksi unjuk rasa.

Saat itu, salah seorang demonstran sempat mengeluarkan kata-kata yang membuatnya tersinggung. “Saya tidak mengajak dia berduel, hanya saya bilang sama Nurhadi Taha, kalau dia memaksa masuk, apa yang dia mau yang saya tidak mau,” ujarnya.

Dr Fance menambahkan, sebelumnya ia tidak pernah melarang para demonstran masuk ke dalam kampus. “Saya hanya meminta mereka untuk meminta ijin dulu kepada saya, karena saya adalah PJS rektor, yang bertanggung jawab penuh dengan apapun yang terjadi di dalam kampus selama para pimpinan lain sedang tidak berada di tempat,” tegasnya.

Dr Fance juga mengungkapkan, terkait isu pemukulannya terhadap sejumlah mahasiswa itu tidak benar. “Soal ada mahasiswa yang tidak suka dengan sikap saya, itu normal menurut saya, karena setiap orang punya penilaian masing-masing terkait sikap orang lain,” tandasnya. (tr-45/hargo)