Dalam konteks peternakan, Sudaryono menyampaikan pemerintah menyiapkan investasi Rp20 triliun untuk memperkuat peternakan rakyat, khususnya sektor perunggasan.
“Dana Rp20 triliun ini akan diinvestasikan untuk kebutuhan pakan, indukan atau bibit, obat-obatan, vaksin, dan sarana produksi lainnya yang akan disebar ke berbagai wilayah,” kata Sudaryono.
Ia menambahkan, program ini akan melibatkan koperasi desa, peternak lokal, serta organisasi dan asosiasi terkait guna meningkatkan produksi protein nasional.
Menteri Pertanian Amran Sulaeman menegaskan bahwa pemerintah mendorong hilirisasi dan integrasi di sektor pertanian, perkebunan,
dan peternakan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing nasional.
Dalam sektor peternakan, Amran menjelaskan pembangunan integrative farming di industri ayam akan dilakukan
melalui penugasan kepada BUMN dengan dukungan pendanaan investasi nasional.
“Infrastruktur integrative farming akan dibangun dari hulu sampai hilir melalui BUMN,
mulai dari pembibitan, pabrik pakan, hingga rumah potong dan rantai pendingin,” ujar Amran.
Ia menambahkan, pembangunan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan dapat diselesaikan dalam kurun waktu sekitar tiga tahun,
dengan proyeksi peningkatan pangsa pasar secara signifikan pada tahun ketiga dan keempat.
Melalui dialog ini, HKTI dan Kementerian Pertanian menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat pertanian, perkebunan,
dan peternakan rakyat melalui peningkatan produksi, hilirisasi, dan penguatan struktur industri,
guna menjaga ketahanan pangan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa.(Rls)












