Didien Junaedy Set Up GIPI dengan Tiga Ujung Tombak

×

Didien Junaedy Set Up GIPI dengan Tiga Ujung Tombak

Sebarkan artikel ini
Logo GIPI

Ke depan, tantangan pariwisata memang tak ringan. Presiden Jokowi sudah memancang target kenaikan dua kali lipat kunjungan wisatawan hingga 2019. Pariwisata juga diminta memberikan kontribusi pada PDB nasional sebesar 8%, dengan devisa Rp 280 triliun, serta 13 juta lapangan kerja.

Angka riilnya? Lumayan tinggi. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ditargetkan mampu menembus 20 juta. Sementara pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) 275 juta. Selain itu, Indonesia juga membidik indeks daya saing pariwisata Indonesia berada di ranking 30 dunia.

Dalam perjalananannya, capaian pariwisata di 2015 sudah mulai membaik. Jumlah kunjungan wisman menembus angka 10 juta. Jumlah perjalanan wisnus 255 juta. Sementara kontribusi pariwisata terhadap PDB Nasional sebesar 4% dengan devisa yang dihasilkan sekitar Rp 155 triliun. Dan di dalamnya ada 11,3 juta lapangan kerja yang diciptakan. Angka indeks daya saing juga naik signifikan 20 poin menjadi ranking 50 dari 141 negara.

“Kita harus bangun spirit bahwa pariwisata Indonesia bisa mengalahkan pariwisata Malaysia dan Thailand. Pariwisata harus menjadi penghasil devisa utama bagi bangsa Indonesia,” kata Arief Yahya.

Ketua Umum GIPI, Didien Djunaedy, siap menjawabnya dengan kerja keras dan bersinergi dengan Pentahelix itu. Dia mengaku siap mendukung kunjungan wisman serta kenaikan indeks daya saing pariwisata Indonesia.

Program kerja yang telah disusun itu ikut direspon Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA). Fokus di pemasaran pariwisata, pengembangan destinasi, dan percepatan peningkatan kuantitas dan kualitas SDM, menurut ASITA, sejalan dengan program kerja yang sudah dijalankan Kementerian Pariwisata.

“Programnya bagus. Sangat pas dengan program pak menteri (Arief Yahya, red). Pak Didien itu tipe pejuang, pekerja keras dan memiliki kemampuan dalam mengembangkan pariwisata Indonesia. Saya yakin beliau bakal fight membantu penerimaan kunjungan wisman hingga 20 juta orang sebagaimana yang ditargetkan Presiden Jokowi,” ujar Asnawi Bahar, Ketua Umum Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA). (hg)