Selain itu ia juga mengungkapkan, dalam proses pemeriksaan pihaknya menemukan tanda-tanda resapan darah pada daerah-daerah yang mengalami perlukaan tubuh, yaitu pada kulit leher bagian dalam, dada dan otot perut, ditemukan terdapat resapan darah.
“Fataliti pada tubuh korban ini yang menyebabkan kematian korban kami temukan pada daerah kepala. Kami juga menemukan memar yang mengakibatkan lebam, luka pada bagian paru yang menyebabkan korban mengalami gangguan nafas kemudian meninggal dunia,” ungkap AKP Leonardo.
Lanjut ia juga menyampaikan bahwa hal ini diperparah dengan adanya luka-luka pada sekujur tubuh korban yang dapat memicu terjadinya rentetan yang menyebabkan syok neurogenik. Sehingga pihaknya menyimpulkan penyebab kematian adalah kekerasan menggunakan benda tumpul pada bagian kepala dan leher yang mengakibatkan memar otak dan memar paru.
“Sehingga menyebabkan terhentinya nafas, kemudian kekerasan tumpul di bagian tubuh yang tidak diobati, tidak diberikan pengobatan, juga memiliki andil pada percepatan kematian korban,” lanjut AKP Leonardo.
