Dua Pengacara Dian Bone Nyaris Adu Jotos

×

Dua Pengacara Dian Bone Nyaris Adu Jotos

Sebarkan artikel ini
Pengacara Muhlis Hasiru (kanan) dan Syahril Hamid cekcok menyusul pingsannya Dian Bone pra persidangan, di PN Gorontalo, kemarin, (28/7). (FOTO : Rudini/GP).

Hargo.co.id GORONTALO – Sidang lanjutan kasus investasi bodong get-get dengan terdakwa Dian Bone yang digelar, malam, Rabu, (28/7), diwarnai insiden, Pasalnya  dua pengacara yang menangani kasus Dian Bone masing-masing Syahril Hamid dan Muhlis Hasiru terlibat cekcok sebelum sidang dimulai pada pukul 20.00 Wita.

Kejadian bermula pada sore hari, ketika itu Syahril datang dan langsung menemui Dian Bone diruang tahanan Pengadilan, sementara disekitar PN terlihat penuh dengan para korban kasus investasi get-get.

Dalam kesempatan itu Syahril mempertanyakan tentang kontrak dirinya sebagai pengacara kepada Dian Bone. Pasalnya informasi yang diperoleh Syahril bahwa tugasnya sebagai pengacara sudah digantikan oleh Muchlis Hasiru. Tanpa diduga, ditengah situasi itu, seketika Dian Bone jatuh pingsan.

Kabar pingsannya Dian Bone, sampai ketelinga Muchlis Hasiru. Ia segera mendatangi Dian, berikut kemudian menemui Syahril Hamid. Disinilah cekcok terjadi. Menurut Muchlis, Syahril Hamid telah melakukan pengancaman terhadap cliennya itu, sehingga membuatnya pingsan. Cekcok antara Muhlis dan Syahril sempat lama memanas hingga membuat situasi di PN Gorontalo terlihat tegang. Untungnya kejadian ini tak sampai menimbulkan adu jotos.

“Saya keberatan ketika ada pengacara melakukan pengancaman kepada clien saya. Gara-gara ia (Syahril) clien saya sampai pingsang seperti itu,” ujar Muhlis ketika diwawancarai Gorontalo Post.

Sementara itu dari pengakuan Syahril, bahwa dirinya sama sekali tak pernah melakukan pengancaman terhadap terdakwa. Ia mengaku menemui dan berbicara dengan Dian hanya untuk mempertanyakan kejelasan statusnya sebagai pengacara.

“Saya cuma mempertayakan mengenai kontrak yang sudah disetujui Dian Bone dengan saya. Itu saja,” kata Syahril.

Sementara itu jalannya sidang lanjutan Dian Bone dipadati para korban. Jumlahnya sekitar 50an orang. PN Gorontalo baru menggelar sidang sekira pukul 20.00 Wita.

Petugas menempatkan Sidang Dian Bone dijadwal terakhir, mengingat hari itu banyak agenda sidang yang digelar. Sementara itu perseteruan antara Muhlis dan Syahril berhasil menemui jalan tengah. Cekcok keduanya berakhir damai setelah dimediasi pihak PN Gorontalo. (tr-49/ar)