Hargo.co.id, GORONTALO – Kontingen Provinsi Gorontalo tampil sebagai juara kedua pada Festival Olahraga Tradisional ke-13 yang berlansgug di Jambi, pekan kemarin. Gorontalo yang menampilkan permainan olahraga tradisional Modanda mengantongi nilai 623 dibawah torehan tertinggi 629.62 yang diraih DI Yogyakarta dengan permainan Obah Owah nya.
Sementara itu, urutan ketiga milik Provinsi Bengkulu dengan Eket Daet mengantongi nilai 619,3. Festival Olahraga Tradisonal ke-13 di Jambi ini mendapat perhatian lebih dari masyarakat setempat dan juga para peserta yang datang dari 18 Provinsi dan 2 Kabupaten Provinsi Jambi.
Menanggapi hasil yang diraih kontingen Provinsi Gorontalo pada ajang Festival Olahraga Tradisional di Jambi, Kabid Pora, Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo, Fitri Ahmad mengaku, olahraga tradisional bukan sekadar olahraga saja. Tapi juga dapat menjadi penangkal timbulnya dampak negatif dari permainan modern seperti permainan dalam jaringan dan permainan dalam telepon pintar.
Baca Juga :Â Hari Bhakti Adhyaksa ke-58, Ini Harapan Syarif
“olahraga tradisional adalah olahraga yang harus dikembangkan. Karena selain demi menjaga lestarinya permainan tradisional asli daerah, juga menangkal dampak negatif dari permainan moderen saat ini,” ungkap Fitri Ahmad.
Kabid Pemuda dan Olahraga Dikbudpora Provinsi Gorontalo yang belum lama menggantikan Drs. Mud Mada tersebut juga merasa puas dengan event yang dikomandoi Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora itu. “Meski persiapan mereka agak lama dengan penuh kerja keras semua elemen pemain dan instruktur, tapi akhirnya membuahkan hasil yang sangat membanggakan daerah,” ujar Fitri Ahmad.
“Olahraga tradisional ini diusung berdasar cerita rakyat terdahulu, dimana Modanda dimainkan para orang Gorontalo terdahulu disaat selesai panen padi disawah dan dilakukan malam hari. Keunikan lain dari modanda yakni, permainannya cukup mirip dengan sepakbola, hanya saja para pemian Modanda menggunakan media lain sebagai alat bermain yakni sosiru atau tapis beras dan bola api yang dibuat khusus untuk Modanda,” jelasnya.(ysn/hg)
