Gengsi Pileg 2019: Pembuktian Bupati Dua Periode di Dapil III 

×

Gengsi Pileg 2019: Pembuktian Bupati Dua Periode di Dapil III 

Sebarkan artikel ini
DAVID BOBIHOE

Hargo.co.id, GORONTALO – Dua periode berturut-turut dipilih rakyat menjadi bupati, menjadi indikasi kuatnya ketokohan David Bobihoe di mata masyarakat Kabupaten Gorontalo. Terakhir kali ikut Pilkada Kabupaten Gorontalo pada 2010, David Bobihoe yang berpasangan dengan Tony Junus mendapatkan dukungan sebanyak 115.028 suara atau sekitar 59 persen pemilih di Kabupaten Gorontalo ketika itu.

Karena itu cukup wajar, bila David Bobihoe yang pada Pileg 2019 mencalonkan diri ke DPRD Provinsi Gorontalo lewat Partai Golkar, termasuk caleg yang diunggulkan. David Bobihoe maju bertarung dari dapil III Kabupaten Gorontalo (Telaga cs,Limboto cs, Batudaa cs).

Nama besar dan ketokohan David Bobihoe disebut-sebut bakal menjadi magnet Golkar dalam menarik dukungan pemilih di Kabupaten Gorontalo.
Walau begitu, upaya David Bobihoe untuk merasakan pengalaman karir politik di legislatif, bukan tanpa ganjalan.

Justru David Bobihoe akan menghadapi hadangan dari lawan-lawan politik yang juga punya nama dan reputasi besar dalam kancah perpolitikan di Kabupaten Gorontalo. Diantaranya, mantan kolega sekaligus rival David Bobihoe di Pilkada Kabupaten Gorontalo. Yaitu Sofyan Puhi. Mantan Wakil Bupati Gorontalo itu, juga ikut mencalonkan diri ke DPRD Provinsi melalui Partai Nasdem.

Nama lainnya adalah mantan Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo Fadli Hasan. Jadi untuk merebut hati pemilih, David setidaknya sudah bersaing dengan dua mantan Wakil Bupati. Belum lagi hadangan dari calon incumbent yang sebagian besar masih ikut Pileg.

Seperti Ketua Deprov Gorontalo Paris Jusuf yang satu partai dengan David. Kemudian anggota DPRD Provinsi lainnya seperti Awaludin Pauweni dari PPP, Jusuf Hida dari PAN, Arifin Djakani dari Demokrat, Espin Tuli dari PDIP.

Serta beberapa anggota DPRD Kabupaten Gorontalo yang ingin naik kelas mencalonkan diri ke DPRD Provinsi. Seperti Ketua Hanura Gorontalo Guntur Thalib dan Ketua PKS Gorontalo Adnan Entengo. Karena itu, ketokohan dan nama besar David Bobihoe benar-benar kembali akan diuji pada Pileg 2019.

Setelah tiga tahun vakum dari hingar bingar aktifitas pemerintahan dan politik pasca melepas jabatan Bupati pada 2015 lalu, akankah nama besar David Bobihoe masih tertanam dalam hati sanubari masyarakat Kabupaten Gorontalo, utamanya pemilih di dapil III. Tentu pembuktiannya nanti pada hari pencoblosan pemilu serentak Pilpres dan Pileg pada April 2019.

Bagi David Bobihoe, Pileg 2019 bisa jadi bukan hanya sekadar pertarungan untuk merebut kursi DPRD Provinsi. Tapi bisa menjadi pembuktian siapa yang paling dicintai rakyat Kabupaten Gorontalo dengan indikasi hasil perolehan suara. Dua kali memenangkan hati rakyat di Pilkada, idealnya David Bobihoe menjadi jawara di dapil III Kabupaten Gorontalo. Tapi bagaimana kalau mahkota jawara itu malah diraih oleh caleg lain? Disinilah titik gengsi pertarungan caleg di dapil III yang oleh banyak politisi disebut sebagai dapil neraka. (rmb/gp/hg)