Gorontalo Ikut Deklarasi Tekad Menuju Indonesia Bebas Bom dan Racun Ikan

×

Gorontalo Ikut Deklarasi Tekad Menuju Indonesia Bebas Bom dan Racun Ikan

Share this article
Wagub Gorontalo Idris Rahim saat menandatangani Deklarasi penanganan Destructive Fishing pada Rakor yang digelar oleh Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan di aula RRI Gorontalo, Rabu (12/01/2022). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Kepala Dinas Perikanan tiga provinsi, masing-masing Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan bersama dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Kabupaten/Kota, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, mengikuti penandatanganan Deklarasi Gorontalo pada rapat koordinasi Destructive Fishing di aula RRI Gorontalo, Rabu (12/01/2022).

Rakor Destructive Fishing tersebut digelar oleh pihak Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Deklarasi Gorontalo merupakan komitmen bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam pengawasan destructive fishing atau tindakan yang merusak sumber daya kelautan dan perikanan secara mandiri serta terpadu. Deklarasi Gorontalo berisi lima poin yang menjadi tekad bersama untuk menuju Indonesia bebas bom dan racun ikan.

“Deklarasi Gorontalo ini merupakan komitmen kita untuk bersinergi dan berkolaborasi antar instansi dan antar wilayah untuk mengawasi tindakan yang merusak sumber daya perikanan. Karena kita sadar, pengelolaan tanpa memperhatikan keberlangsungan dan pelestarian ekosistemnya, pasti akan merusak sumber daya perikanan,” kata Idris Rahim dalam sambutannya.

Sebelumnya Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan, Halid Yusuf mengungkapkan, kegiatan penangkapan ikan yang menggunakan bom dan racun sangat masif di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi. Oleh karena itu perlu upaya percepatan untuk menanggulangi Destructive Fishing dalam rangka melindungi ekosistem laut.

Mantan Kepala Seksi Siaran RRI Gorontalo ini menambahkan, ekologi merupakan panglima yang mengandung arti bahwa pelestarian ekologi menjadi tujuan bersama, baik oleh pemerintah, aparat keamanan, serta seluruh masyarakat. Menurutnya, ekonomi biru, laut sehat, Indonesia sejahtera, tidak hanya slogan semata, tetapi menjadi tanggung jawab yang harus diwujudkan bersama oleh jajaran KKP dan pihak terkait.

“Oleh karena itu sebagai langkah awal di tahun 2022, saya sudah minta kepada Kepala Pangkalan PSDKP Bitung agar ada satu kapal pengawas yang melakukan patroli di wilayah Gorontalo dan Sulawesi. Tentunya ini harus dibantu oleh Dinas Perikanan Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta aparat penegak hukum,” Halid Yisuf.

Pada kegiatan itu Kepala Dinas Perikanan Provinsi Gorontalo bersama Kepala Pangkalan PSDKP Bitung juga menandatangani perjanjian kerja sama tentang pelaksanaan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan di Provinsi Gorontalo.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo