Gorontalo KLB DBD, 4 Nyawa di Kota Melayang di Awal Tahun

×

Gorontalo KLB DBD, 4 Nyawa di Kota Melayang di Awal Tahun

Sebarkan artikel ini
Gorontalo masuk kategori KLB DBD. (ilustrasi)

Korban teranyar adalah Fidya, bocah perempuan 11 tahun di Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Kamis (4/2). Putri pertama pasangan Ismail Hamzah dan Sutrimin Malango itu meninggal lantaran terserang DBD.

Nyawa siswi kelas 3 SD Negeri 33 Kota Gorontalo tak tertolong setelah empat hari dirawat di rumah sakit.

Meninggalnya Fidya menambah deretan korban jiwa akibat terserang DBD di Kota Gorontalo. Sebelumnya pada Januari 2015, sudah ada tiga warga yang meninggal akibat terserang DBD.

Dengan demikian hingga awal Februari ini sudah ada empat warga yang meninggal lantaran DBD.

Dengan jumlah korban jiwa yang terus bertambah, status penularan DBD di Kota Gorontalo boleh dikata sudah masuk kategori lampu kuning. Pasalnya, bila sampai Maret 2016 mendatang, korban jiwa akibat DBD masih bertambah maka bisa saja Kota Gorontalo masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo dr.Nur Albar yang dikonfrimasi Gorontalo Post menjelaskan, Dikes Kota Gorontalo bakal melakukan audit medis, terkait dengan meninggalnya bocah 11 tahun akibat DBD.
Audit medis dilakukan bekerjasama komite medik di rumah sakit, baik di Rumah Sakit Bunda maupun Rumah Sakit Aloei Saboe Kota Gorontalo.

“Kita akan mencari tahu, apakah semua langkah, dan prosedur keselamatan sudah dilakukan ataukah tidak. Kami akan melakukan koordinasi dan membahas bersama,” tutur Nur Albar