Menurut Nur Albar, pihaknya belum mengetahui persis duduk persoalan yang terjadi. Apakah lantaran keterlambatan penanganan ataukah penyebab lainnya.
“Tentunya setelah menerima hasil laporan dari komite medik yang ada, setelah itu baru kita akan bahas apakah sudah sesuai atau tidak. Mengenai pencegahan penyakit DBD berbagai upaya telah kami lakukan. Baik itu upaya prefentif maupun promotif terus kita lakukan saat ini,” tuturnya Nur Albar.(JPG/nat/tr-46/hargo)
