Sekitar lima menit kemudian, Nanda keluar kamar bermaksud ingin buang air kecil. Setelah itu Nanda kembali masuk ke dalam kamar. Saat masuk ke kamar, Opin menyusul di belakang.
Di dalam kamar, Nanda menyerahkan sebilah pisau dapur kepada Opin. Opin sempat menolak. Siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) sempat bimbang. Namun Nanda menyampaikan bilamana dirinya tak tega menghabisi langsung ayah kandungnya.
Dengan menggenggam pisau, Opin mendekati Nasir yang saat itu sedang tidur terlentang. Sementara Nanda mengambil bantal dan duduk di atas kepala Nasir. Sejurus kemudian, Nanda menutupi bantal wajah Nasir yang diikuti aksi Opin menggorok leher Nasir.
Nasir mendadak kaget dan terbangun. Dia pun berusaha meminta tolong. Namun, Nanda terus berusaha menutupi wajah ayahnya. Bahkan Nanda berusaha mengelabui suara ayahnya meminta tolong dengan menyalakan televisi dan mematikan lampu kamar.
Sebaliknya, dalam kondisi panik, Opin menghujamkan pisau ke bagian dada dan perut nasir sebanyak enam kali.
Di sisi lain, Agustina (penghuni rumah lainnya) yang sedang tertidur lelap kaget mendengar bunyi suara televisi sangat nyaring dari dalam kamar Nasir.
