Harga Ikan Tinggi, Berimbas Juga Ke Warung Makan

×

Harga Ikan Tinggi, Berimbas Juga Ke Warung Makan

Sebarkan artikel ini

 

Hargo.co.id GORONTALO – Rupanya tak hanya ibu rumah tangga yang kebingungan harga ikan segar di pasar-pasar cenderung tinggi, tapi juga bagi mereka yang memiliki usaha warung makan.

Mereka mengaku dilematis apakah harus menaikkan harga atau tidak. Eti Hamsah, seorang pemilik warung makan di kompleks perkantoran Sekretariat Daerah Kota Gorontalo, mengaku meski harga ikan mengalami kenaikan selama beberapa pekan terakhir, namun dia tidak serta merta menaikkan harga tiap porsi makanan siap saji miliknya.

Meski begitu, kenaikan harga ikan sangat berpengaruh pada omsetnya. “Kalau harga ikannya masih standar-standar, omset saya per hari bisa sampai Rp 1,4 Juta.

Sekarang-sekarang ini mulai turun, paling tinggi Rp 900 Ribu per hari. Ini gara-gara ikan sudah mahal,” ungkap Eti.

Hal senada juga diungkapkan Dian Patude, pemilik kantin makanan kompleks kampus Universitas Negeri Gorontalo.

Menurutnya, harga ikan segar yang sudah naik beberapa pekan ini membuatnya dilematis, apakah harus menaikkan harganya atau tetap bertahan.

Pasalnya, kantin makanan miliknya juga melayani pesanan katering dari mahasiswa, “Ada beberapa mahasiswa, langganan saya, yang saya antar ke tempat kos satu kali tiap hari, biasanya nanti malam.

Harganya Rp 220 Ribu per bulan. Tapi sekarang harga ikan lagi mahal-mahal, untung saya jadi sedikit,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah pedagang ikan segar di pasar tradisional mengungkapkan jika kenaikan harga ikan disebabkan oleh cuaca yang belum menentu belakangan ini sehingga nelayan enggan melaut.

Selain itu dampak kelangkaan dan kenaikan harga garam. Pasalnya, garam sering digunakan pedagang ikan untuk merendam ikan hasil tangkapannya.

Namun, karena garam langka dan cenderung mahal, maka berpengaruh pada harga ikan.(axl/hargo)