Hargo.co.id, SULUT – Harga telur ayam di Desa Momalia, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut mulai dirasakan oleh pedagang maupun masyarakat yang rutin membeli telur untuk kebutuhan rumah tangga.
Berdasarkan pantauan di sejumlah kios dan warung pada Minggu (31/5/2026), harga telur ukuran besar kini mencapai Rp70 ribu per bak. Sementara telur ukuran kecil dijual pada kisaran Rp67 ribu hingga Rp68 ribu per bak.
Salah satu pedagang di Momalia, Aldi, mengungkapkan bahwa kenaikan harga dari tingkat distributor membuat pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual kepada konsumen. Akibatnya, harga telur eceran yang sebelumnya masih berkisar Rp2.000 hingga Rp2.500 per butir kini naik menjadi sekitar Rp3.000 per butir.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian pembeli mulai mengurangi jumlah pembelian karena harus menyesuaikan dengan kemampuan ekonomi masing-masing. Telur yang selama ini menjadi salah satu bahan pangan favorit masyarakat kini membutuhkan biaya lebih besar untuk mendapatkannya.
Kenaikan harga juga dirasakan oleh warga yang memanfaatkan telur sebagai bahan utama pembuatan kue dan berbagai jenis makanan. Mereka harus mengeluarkan anggaran tambahan untuk memenuhi kebutuhan produksi maupun konsumsi sehari-hari.
Aldi berharap harga telur dapat kembali stabil sehingga tidak semakin membebani masyarakat. Ia menilai harga yang lebih terjangkau akan membantu menjaga daya beli warga sekaligus mendukung kelancaran usaha para pedagang kecil.
Meski belum diketahui sampai kapan kenaikan harga ini akan berlangsung, masyarakat berharap pasokan telur tetap tersedia dan harga dapat kembali normal dalam waktu dekat. Kondisi tersebut dinilai penting mengingat telur merupakan salah satu bahan pangan yang banyak dikonsumsi oleh berbagai kalangan. (Mg-01)












