Hari Kebangkitan Nasional: Waktunya Gorontalo Bangkit dari Keterpurukan Moral

×

Hari Kebangkitan Nasional: Waktunya Gorontalo Bangkit dari Keterpurukan Moral

Share this article
Ilustrasi. by atio Gorontalo Post

Tanda kecintaan pada bangsa dan negara semakin kurang dan menurun dengan munculnya perilaku yang tidak lagi sesuai dengan budaya Indonesia.

Pemahaman bahasa semakin kurang, pemahaman akan adat istiadat semakin luntur, sikap politik yang oportunis, individualisme semakin tinggi, kekeluargaan semakin redup, gotong royong mulai hilang, jumlah pembunuhan semakin tinggi.

“Menghilangkan nyawa sesama warga, semakin tampak biasa padahal sangat gawat, korupsi semakin menyebar, pengguna narkoba semakin banyak, pelecehan seksual semakin luar biasa, kekerasan terjadi dimana mana. Indonesia memasuki kondisi darurat jika ini tidak segera diatasi,” ungkap Funco Tanipu.

Karena itulah, semangat kebangkitan nasional tidak bisa lagi dirayakan dalam seremoni upacara saja, mesti dibumikan dalam setiap agenda kebangsaan dan kenegaraan.

“Semangat kebangkitan nasional mesti menjadi nafas setiap warga bangsa,” tambahnya.

Dosen universitas Negeri Gorontalo itu melihat disalah satu bentuk pemunduran semangat kebangkitan di Gorontalo dengan banyak kasus pembunuhan, kriminalitas merajalela, pelecehan seksual menyebar, korupsi berjangkit, sikap politisi hanya mengutamakan kepentingan pribadi dan partai, narkoba semakin menyebar dan lainnya.

“Penyakit di tubuh Gorontalo semakin akut jika tidak segera diobati. Semua mesti duduk bersama, hilangkan ego politik dan ego sektoral wilayah. Jika tidak bergandeng tangan menyelesaikan masalah yang ada, pasti Gorontalo hanya menjadi daerah administratif saja, bukan lagi daerah yang berbudaya, dan agamis,” tambahnya.

Dari sisi pendidikan, ketua PGRI Provinsi Gorontalo Prof. Dr. Ani M Hasan, M.Pd mengatakan bahwa, ada banyak yang harus dibenahi juga dalam dunia pendidikan ini, salah satunya adalah kualitas pendidikan itu sendiri, dilihat dari segala aspek.