Hari Kebangkitan Nasional: Waktunya Gorontalo Bangkit dari Keterpurukan Moral

×

Hari Kebangkitan Nasional: Waktunya Gorontalo Bangkit dari Keterpurukan Moral

Share this article
Ilustrasi. by atio Gorontalo Post

Kualitas pendidikan jelas sangat berdampak pada kualitas moral warga. Dari segi infrastruktur sampai ke stakeholder di dunia pendidikan, guru, siswa, dan pemangku kebijakan.

“Harkitnas banyak membelajarkan kita tentang bagaimana perjuangan untuk bangkit,” pungkasnya.

Dari sisi moral, selain munculnya kasus perkosaan, pembunuhan, korupsi, yang paling mencolok adalah tindak penyalahgunaan nakotika. Daerah serambi madinah ini bahkan pernah dinobatkan sebagai daerah peringkat lima penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Tetunya bukan prestasi yang membanggakan. Saat ini jumlah pengguna narkoba di Gorontalo telah mencapai 6767 orang dari 803.000 orang yang berpotensi menggunakan narkoba.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo tengah memfokuskan diri untuk menekan angka coba pakai narkoba yang nantinya akan bermuara pada menurunnya jumlah pecandu narkoba di Provinsi Gorontalo.

Sejumlah upayapun tengah dilakukan oleh BNNP Gorontalo, diantaranya Diseminasi Informasi dan Advokasi terhadap bahaya narkoba. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Kepala BNNP Gorontalo, Kombes Pol Purwoko Adi kepada Gorontalo Post, kamis (19/5). Purwoko mengatakan, Diseminasi informasi di arahkan ke sejumlah instansi pemerintah, swasta dan masyarakat.

Purwoko juga mengatakan, BNNP Gorontalo juga tengah menghimbau seluruh stakeholder dan pimpinan lembaga untuk membuat regulasi terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerjanya.

“Setiap kepala sekolah kita himbau untuk melaksanakan sosialisasi dan tes urine setiap enam bulan sekali di sekolahnya masing-masing, untuk mencegah peredaran narkoba di lingkungan sekolah,” tandasnya. (tro/and/wan/nat/wan/tr-45/hargo)