“Sampai detik ini Ivana Abdulrahman masih terus menerus membuat opini dimana-mana, bahkan sampai mendatangi DPRD berulang-ulang. Ini membuat resah warga Kabupaten Gorontalo,” ungkap Taufik.
Selain itu, Taufik membeberkan upaya pihak lain yang mencoba menggagalkan aksi yang akan dilakukan AMMPD. Namun demikian, Taufik tak menyebutkan siapa orang yang dimaksud tersebut. Taufik menyampaikan, mestinya dalam situasi dan keadaan daerah seperti ini tidak ditanggapi dengan emosional.
“Ada upaya-upaya untuk menggagalkan, mengintimidasi, sampai mengancam kepada kami bahwa akan ada kontra dilapangan (jika aksi demo tetap akan dilakukan). Mestinya aspirasi dari masyarakat dihargai. Apalagi menyampaikan pendapat oleh setiap warga negara dilindungi oleh Undang-Undang. Yang jelas, demo akan tetap kami gelar,” tutup Taufik.
Sementara itu Sekretaris DPC PPP Meys Kiraman menilai aksi dari AMMPD tidak tepat.
Sebab, kata dia, pelaksanaan Harlah PPP tidak ada kaitan dengan kasus korupsi atau kasus Ivana di DPRD,
bahkan saya merasa aksi ini ada muatan.












