Minggu, 23 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hati-hati..! Penipuan CPNS Mulai Gentayangan

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Jumat, 12 Mei 2017 | 21:30 PM Tag: ,
  

Hargo.co.id, LIMBOTO – Masyarakat Kabupaten Gorontalo khususnya aparat desa dan tenaga honorer, diminta untuk lebih mewaspadai aksi penipuan dengan berkedok pengalihan status CPNS. Pasalnya dalam beberapa hari terakhir aksi penipuan ini mulai marak menyerang para aparat desa di Kabupaten Gorontalo.

Penipuan berkedok pengalihan status CPNS ini terungkap setelah sejumlah aparat desa mengaku sempat dihubungi oleh seseorang melalui telepon selular yang mengaatasnamakan BKN dan BKD untuk meminta sejumlah uang. Alasannya agar proses pengalihan status CPNS bisa segera direlalisasikan.

Yusuf Sunati, yang merupakan Sekertaris Desa Bongohulawa, Kecamatan Bongomeme saat diwawancarai mengungkapkan dirinya sempat menerima telepon dari orang yang mengaku dari pihak BKD, dimana ia diminta untuk segera menyerahkan sejumlah uang.

” Kami dihubungi dan diminta untuk segera menyiapkan berkas pengalihan status CPNS, selain itu kami juga diminta untuk menyerahkan sejumlah uang, tapi kami tidak langsung menyerahkan uang tersebut, dan langsung menghubingi pihak BKD untuk memastikan permintaan itu. Dan ternyata pihak BKD menyatakan untuk saat ini, belum ada pengaliah CPNS” Ungkap Yusuf.

Selain Yusuf Sunati, hal serupa juga dialami oleh Asia Dukalang, yang menjabat sebagai Kepala Urusan Pemerintahan di Desa Dulamayo, Kecamatan Bongomeme. Tidak berhenti sampai disitu, pelaku juga menghubungi salah satu aparat desa di Kecamatan Batudaa. Dan kali ini pelaku berhasil mengelabui aparat desa tersebut, (yang namanya tidak ingin dipublikkasikan). Hingga akhirnya korban sempat mentrasfer uang sejumlah Lima Juta Rupiah.

Menanggapi hal ini Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Gorontalo Abdul Manaf Dunggio kepada wartawan menyatakan hingga saat ini pihak BKN belum mengeluarkan edaran menyangkut penerimaan maupun pengalihan CPNS.

” Saya tegaskan, untuk saat ini belum ada yang namanya penerimaan ataupun pengalihan CPNS, seperti yang sudah beredar di masyarakat. Adapun yang mengaku dari pihak BKD itu adalah penipuan, dan tidak perlu ditanggapi.” Tegas Manaf, saat diwawancarai diruang kerjanya.

Lebih lanjut Manaf menjelaskan, sesuai mekanisme yang ada, bahwa untuk penambahan formasi CPNS harus mengacu pada edaran yang dikeluarkan pihak kementrian dan BKN, selanjutnya edaran tersebut disampaikan kepada pemerintah Propinsi, hingga ke pemerintah Kota/Kabupaten. Kemudian setelah edaran tersebut diterima oleh pemerintah daerah, barulah diumumkan secara resmi kepada masyarakat.

” Jadi kami minta kepada masyarakat maupun aparat desa yang ada di Kabupaten Gorontalo,untuk tidak mudah percaya terhadap oknum-oknum yang mengatasnakan BKN maupun BKD dalam hal penerimaan ataupun pengalihan status CPNS. Saya berharap, jika ada hal-hal yang kurang jelas, agar segera menghubungi pihak BKD.” Pungkasnya.

Manaf menambahkan dengan adanya kasus ini, menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak mudah percaya dengan oknum-oknum yang sengaja memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadinya, dan diharapkan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap aksi-aksi penipuan yang saat ini mulai marak dikalangan masyarakat.(rg/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar