Kab. Boalemo

Paguyaman Disiapkan Jadi Kawasan Pendidikan, Tiga Sekolah Akan Digabung dalam SNT

×

Paguyaman Disiapkan Jadi Kawasan Pendidikan, Tiga Sekolah Akan Digabung dalam SNT

Share this article
Paguyaman Disiapkan Jadi Kawasan Pendidikan, Tiga Sekolah Akan Digabung dalam SNT
Bupati Boalemo, Rum Pagau dan Wabup Boalemo, Lahmuddin Hambali pada sebuah kegiatan yang dilaksanakan Pemkab Boalemo.

Hargo.co.id, GORONTALO – Kecamatan Paguyaman diproyeksikan menjadi pusat pendidikan terpadu di Kabupaten Boalemo. Pemerintah pusat melalui program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) berencana membangun kawasan pendidikan yang menggabungkan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kompleks modern.

Berita Terkait:  Seleksi Paskibraka Boalemo 2026 Dimulai, Tekankan Karakter dan Kepemimpinan Generasi Muda

Tiga sekolah yang akan menjadi bagian dari kawasan tersebut yakni SDN 3 Paguyaman, SMP Negeri 1 Paguyaman, dan SMA Negeri 1 Paguyaman.

Seluruhnya akan terintegrasi dalam satu lingkungan pendidikan yang didukung berbagai fasilitas pembelajaran dan sarana pengembangan bakat siswa.

Berita Terkait:  Wabup Lahmuddin Ajak Lulusan SMP di Lahumbo Lanjutkan Pendidikan ke SMA

Bupati Boalemo, Rum Pagau, mengungkapkan bahwa Paguyaman dipilih karena dinilai paling siap memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat, mulai dari ketersediaan lahan hingga dukungan masyarakat terhadap program tersebut.

Menurut Rum, antusiasme masyarakat menjadi modal penting dalam percepatan pembangunan.

Berita Terkait:  Lahmuddin Jemput Bola ke Jakarta, Gandeng Fadel Muhammad Perkuat Anggaran Daerah

Bahkan, sejumlah warga telah menyatakan kesediaannya menyerahkan sebagian lahannya demi mendukung terwujudnya kawasan pendidikan terpadu tersebut.

“Ini bukan sekadar pembangunan sekolah, tetapi investasi besar untuk menciptakan generasi Boalemo yang lebih berkualitas dan siap bersaing di masa depan,” ujar Rum Pagau, Senin (8/6/2026).

Berita Terkait:  Pemkab Boalemo Genjot Penanganan Sampah, Perkuat Sinergi dengan DPR RI

Pemerintah daerah juga memastikan seluruh proses pengadaan lahan akan dilakukan secara transparan. Bagi masyarakat yang memilih mekanisme ganti rugi, hak-hak mereka akan diselesaikan sesuai aturan yang berlaku.

Kawasan SNT nantinya tidak hanya menjadi pusat kegiatan belajar mengajar, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang.

Berita Terkait:  Dirikan Rumah Gizi di Piloliyanga, Bupati Rum Apresiasi Mahasiswa KKN UNG

Di antaranya lapangan sepak bola yang terintegrasi dengan lintasan atletik, gedung olahraga tertutup, kolam renang,

hingga area praktik pertanian dan peternakan sebagai sarana pembelajaran berbasis keterampilan.

Berita Terkait:  Pemkab Boalemo Segera Aktifkan Jabatan 15 Kades

Jika seluruh tahapan administrasi dan teknis berjalan sesuai jadwal,

pembangunan kawasan pendidikan tersebut ditargetkan mulai dilaksanakan pada Agustus hingga September 2026.

Berita Terkait:  Bupati Boalemo Ingatkan Pentingnya Keamanan Fasilitas Sekolah

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo, Ahmad Sarman, menjelaskan bahwa

konsep SNT mengusung pendekatan pembelajaran berbasis STEM yang mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa,

Berita Terkait:  Kolaborasi ASN Boalemo dan BAZNAS Tingkatkan Manfaat Zakat untuk Masyarakat

dan matematika dengan pengembangan seni serta olahraga.

Ia menegaskan, berbeda dengan program Sekolah Rakyat yang menerapkan sistem asrama,

Berita Terkait:  Dari Dego-dego Menuju Harapan Baru, Gerak Cepat Pemkab Boalemo Selamatkan Rani

Sekolah Nasional Terintegrasi tetap menggunakan sistem pendidikan reguler sehingga peserta didik tidak diwajibkan tinggal di lingkungan sekolah.

“Konsepnya adalah menghadirkan pendidikan yang terintegrasi, modern, dan mampu mengembangkan kompetensi siswa secara menyeluruh tanpa sistem boarding school,” jelas Ahmad Sarman.(Rls) 

Berita Terkait:  Resmikan Videotron di Tilamuta, Bupati Rum: Wadah Pemerintah Sosialisasi Program