Hargo.co.id GORONTALO – Kekerasan dalam dunia kampus kembali terjadi di Kota Gorontalo. Kemarin, (23/8) salah seorang mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo Fahri Faramani (23) menjadi korban penyerangan oleh sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK) saat berada dalam kampus.
Akibat kejadian itu, mahasiswa Fakultas Tarbiah IAIN Gorontalo itu terkena tikaman dengan senjata tajam (sajam) di bagian bokong sebelah kanan.
Hingga berita ini dilansir, kondisi terakhir warga Paguat Kabupaten Pohuwato masih dalam perawatan intensif dari dokter Rumah Sakit (RS) Multazam, Kota Gorontalo.
Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, aksi penyerangan oleh sekelompok OTK yang diperkirakan berjumlah 20 orang itu terjadi sekira pukul 16.00 Wita.
Berawal dari dikeluarkannya salah seorang oknum mahasiswa yang juga panitia Penerimaan Mahasiswa Baru IAIN Gorontalo. Akibatnya, terjadi perdebatan antar sesama mahasiswa IAIN.
Persoalan ini kemudian langsung dimediasi oleh Pimpinan Kampus IAIN Gorontalo melalui Wakil Rektor III.
“Ada beda pendapat antar mahasiswa, tapi langsung dimediasi oleh pihak rektorat dan masalahnya sudah selesai,” Dr.Said Subhan Posangi Wakil Rektor III.
Namun, setelah mendapatkan kesepakatan dari kedua belah pihak, tiba-tiba pada sore hari sekira pukul 15.00 wita, terjadi penyerangan terhadap salah seorang mahasiswa IAIN, Fahri Faramani.
Pelaku penyerangan tersebut berjumlah 20 orang. Para pelaku yang mengatasnamakan dirinya MANIAK julukan Pemuda Bolmong Utara.
Karena kalah jumlah, pria warga Bitung, Sulawesi Utara yang kini telah menetap di Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo itu hanya bisa pasrah menjadi bulan-bulanan sekelompok OTK.
