Sebab, junta militer tetap memegang tiga kementerian penting. Seperempat kursi di parlemen juga masih dikuasai militer.
Artinya, militer tetap berkuasa untuk memveto jika pemerintahan Htin Kyaw melakukan amandemen pada konstitusi yang sudah ada saat ini. Jadi, bisa dikatakan bahwa sebenarnya kemampuan NLD untuk melakukan reformasi di Myanmar sangat terbatas.
Pemerintahan baru itu juga mempunyai pekerjaan rumah yang menumpuk. Perang sipil masih terus berlanjut antaretnis minoritas di wilayah perbatasan.
Kemiskinan di Myanmar terbilang merata. Para legislator NLD hanya memiliki sedikit pengalaman di pemerintahan. Mulusnya pemerintahan pada masa mendatang sangat bergantung pada hubungan antara NLD dan militer. (AFP/Reuters/sha/c14/ami/hargo)
