Senin, 18 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hujan Tak Sampai Sehari, 40 Rumah Haya-haya Terendam

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Kamis, 22 Februari 2018 | 10:54 AM Tag: , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Gorontalo akibat hujan lebat pagi, kemarin, Rabu (21/2). Akibatnya, 40 rumah di Desa Haya-haya, Kecamatan Limboto Barat terendam air. Tak hanya itu, lima rumah, masjid hingga sekolah juga terendam air di Desa Tabongo Barat, Kecamatan Tabongo.

Informasi yang berhasil dirangkum Gorontalo Post, terjadi hujan lebat pada pagi hari sekitar satu jam lamanya, dimulai pukul 05.30 Wita. Kemudian, sekitar pukul 09.00 Wita, air bah pun menerjang wilayah Limboto Barat, terutama di Desa Haya-haya. Beruntung, warga setempat yang sudah siaga pun bisa meminimalisir dampak kerugian.

Pasalnya, warga setempat sudah berpengalaman bahwa bilamana terjadi hujan deras dengan durasi diatas satu jam maka kemungkinan besar akan terjadi banjir bandang. “Disini pak sudah langganan banjir. Dari dulu hujan sedikit saja pasti mau banjir,” kata M Fahri, warga Desa Haya-haya yang ditemui Gorontalo Post di lokasi.

Tercatat, sedikitnya 40 rumah warga tergenang air setinggi mulai lutut hingga betis orang dewasa. Bahkan, banjir tidak hanya membuat aktivitas warga setempat terganggu. Separuh jalan Trans Sulawesi di desa tersebut, atau biasa disebut jalan by pass, juga ikut tergenang.

Akibatnya lalu lintas pun sempat berjalan padat merayap. Beruntung aparat gabungan dari BPBD hingga Babinas TNI turun ke lokasi untuk meminimalisir dampak bencana ini.

Informasi yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo, dampak hujan lebat tak hanya terjadi di Desa Haya-hanya saja, melainkan Desa Tabongo Barat, Kecamatan Tabongo.

Disini, sedikitnya ada lima rumah terendam air bah, juga satu masjid dan SDN Tabongo ikut kena dampak. Akibatnya, aktivitas kegiatan belajar mengajar sempat terganggu dan baru bisa normal setelah air surut sekitar pukul 12.00 Wita.

Kepala BNPB Kabgor, Husni Deka, menuturkan jika memang wilayah Limboto Barat dan sekitarnya sudah sering dilanda banjir dan ini sudah harus menjadi perhatian serius dari stakeholder terkait dalam rangka penanganannya.

“Banjir yang terjadi disini ini tidak lain karena lahan penyangga banjir sudah kritis, wilayah hulu sudah rusak. Makanya, jika curah hujan tinggi, tidak ada resapan sehingga semuanya mengalir ke wilayah hilir,” pungkasnya.

Tak hanya di Kabupaten, curah hujan tersebut sempat membuat sejumlah lokasi di Kota Gorontalo juga ikut tergenang. Pantauan Gorontalo Post, genangan terlihat di jalan Jenderal Sudirman kompleks kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan jalan Sam Ratulangi kompleks Pasar Sentral Kota Gorontalo.

Kadis PUPR Kota Gorontalo, Muchtar Arsyad, mengatakan, air meluap dari drainase. Menurutnya ini diakibatkan oleh perubahan status lahan, adanya curah hujan yang intensitasnya sangat tinggi serta penampang basah saluran debit air yang ada sangat besar.

Muchtar mengakui jika hal ini memerlukan suatu pola partisipasi masyarakat yaitu budaya buang sampah di tempat yang seharusnya serta adanya kesadaran masyarakat untuk membersihkan saluran di depan halaman rumah masing-masing, “Yang menjadi masalah penting juga adalah minimnya kesiapan dana untuk perbaikan infrastruktur,” jelas Muhctar.(tr58/tr-59)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar