Kota Gorontalo

Indra Gobel: Jangan Biarkan Tradisi Barzanji Tergerus Zaman

×

Indra Gobel: Jangan Biarkan Tradisi Barzanji Tergerus Zaman

Share this article
Indra Gobel_ Jangan Biarkan Tradisi Barzanji Tergerus Zaman
Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel menyerahkan hadiah kepada pemenang Festival Barzanji pada Rabu (7/10/2026), di Halaman TPQ Al-Muttaqien, Kelurahan Siendeng, Kecamatan Hulonthalangi.

Hargo.co.id, GORONTALO – Tradisi membaca Barzanji di tengah masyarakat Gorontalo diharapkan tidak sekadar menjadi ritual yang muncul pada momentum keagamaan tertentu. Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, mendorong agar tradisi tersebut terus hidup dan diwariskan kepada generasi muda.

Berita Terkait:  Aksi Donor Darah Bikers Diapresiasi Sekda Ismail

Pesan itu disampaikan Indra saat menghadiri penutupan Festival Barzanji II tingkat Kota Gorontalo sekaligus pengumuman para juara, Rabu (7/10/2026), di Halaman TPQ Al-Muttaqien, Kelurahan Siendeng, Kecamatan Hulonthalangi.

Menurut Indra, Festival Barzanji tidak boleh berhenti sebagai ajang perlombaan.

Berita Terkait:  Rp1 Miliar Dana Kelurahan Dumbo Raya Digenjot untuk Infrastruktur Dasar

Di balik lantunan syair dan pujian kepada Rasulullah SAW, terdapat nilai sejarah, keteladanan

serta pesan moral yang relevan untuk kehidupan masyarakat saat ini.

Berita Terkait:  Pemkot Gorontalo Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan Aman

Ia menilai, perubahan zaman yang begitu cepat membuat generasi muda berhadapan dengan berbagai tantangan. Karena itu, tradisi keagamaan seperti Barzanji dinilai perlu terus diperkenalkan sebagai salah satu sarana memperkuat nilai-nilai keislaman.

“Di tengah gempuran zaman modern ini dan penuh tantangan, kita ingin memastikan bahwa untaian pujian kepada Rasulullah tetap menggema indah di hati generasi muda dan seluruh masyarakat di Kota Gorontalo,” kata Indra.
Berita Terkait:  Ismail Madjid Resmikan 32 PSU dan Lampu Jalan di Santorini

Ia menjelaskan, Barzanji bukan hanya memiliki nilai seni dari syair-syair yang dilantunkan. Lebih dari itu, kisah kehidupan Rasulullah yang terkandung di dalamnya dapat menjadi bahan refleksi sekaligus sumber keteladanan bagi umat Islam.

“Kalimat-kalimat Barzanji jangan hanya dibaca dalam momen hari-hari tertentu saja. Kisah dalam kitab Barzanji seharusnya menjadi spirit sejarah dan penyegaran ketokohan Nabi Muhammad sebagai satu-satunya idola teladan kita, umat Islam,” ujarnya.

Berita Terkait:  Pengujian KIR Terkendala Lantaran Sistem Rusak

Maka dari itu, Indra mengajak masyarakat, khususnya para pengurus majelis taklim, untuk mengambil peran dalam menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.

Menurutnya, pelestarian Barzanji harus berjalan seiring dengan upaya membangun kehidupan masyarakat yang religius. Tradisi itu diharapkan tidak hanya terdengar saat peringatan Maulid Nabi, tetapi juga tetap menjadi bagian dari aktivitas keagamaan masyarakat.

Berita Terkait:  Pawai Obor Semarakkan Lebaran 1447 H dan HUT ke-298 Kota Gorontalo

Indra juga berharap Festival Barzanji dapat menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah

sekaligus menanamkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan akhlak Nabi Muhammad SAW.(Adv) 

Berita Terkait:  Adhan Sesalkan Sikap Oknum Dosen FH UNG yang Gunakan Keahlian untuk Kepentingan Kelompok