Ingin Bangun Gorontalo, Rachmad Gobel: Masih Banyak yang Harus Dibenahi di Sini

×

Ingin Bangun Gorontalo, Rachmad Gobel: Masih Banyak yang Harus Dibenahi di Sini

Share this article
Rachmad Gobel dan Hamim Pou

Hargo.co.id, GORONTALO – Ketua DPP NasDem Rachmad Gobel, membeberkan alasan mengapa dirinya memilih untuk maju sebagai calon wakil rakyat dari Gorontalo. Salah satu alasan terkuat adalah karena Gorontalo adalah tanah leluhurnya dan dirinya ingin mengabdi pada masyarakat Gorontalo.

Menurut Rachmad, masih banyak yang harus dibenahi dari Gorontalo. Karena itu, dirinya memiliki tekad untuk membangun tanah leluhurnya tersebut.

“Kenapa saya mau maju dari Gorontalo, karena ini tanah kelahiran saya. Ini pengabdian dan ibadah saya, saya mau bangun tanah leluhur saya,” kata Rachmad, Sabtu (23/2/2019).

“Ketika saya turun ke lapangan, banyak yang harus dibenahi dari Gorontalo,” lanjutnya.

Rachmad menuturkan bila Gorontalo memiliki potensi yang sangat besar untuk bisa memiliki kedaulatan pangan dan menjadi lumbung pangan bagi Indonesia Timur. Hal ini tidak lepas dari luas wilayah Gorontalo dan luasnya lahan yang belum dioptimalkan.

“Dengan luasnya Gorontalo, mestinya Gorontalo bisa menjadi lumbung pangan untuk Indonesia timur dan mendapatkan kedaulatan pangan untuk Gorontalo sendiri. Bisa kita lakukan ini,” tutur Rachmad.

Mantan Menteri Perdagangan Kabinet Kerja itu pun menjelaskan bila dirinya sudah membuktikan bila Gorontalo memiliki potensi yang sangat besar dengan membuat demplot di Desa Tridarma, Pulubala. Rachmad mengatakan, dari hasil inovasi pertanian yang dirinya buat, hasilnya bisa mencapat 4 kali lipat dari pertanian secara konvensional.

“Saya sudah coba dengan membuat demplot di Pulubala. Hasilnya, bisa 4 kali lipat hasil produksinya. Tanah yang katanya kering ini ternyata subur,” ucap Rachmad.

Hal lain yang membuat Rachmad yakin Gorontalo memiliki banyak potensi adalah kekuatan adat istiadat. Menurut Rachmad, Gorontalo memiliki adat istiadat yang tidak kalah dengan Bali.

Rachmad menyebut bila banyak wisatawan yang mengunjungi Bali karena tertarik pada adat istiadat setempat. Karena itu, Rachmad yakin bila adat istiadat Gorontalo bisa dikelola dan dipromosikan, maka Gorontalo seperti Bali.

“Belum lagi dengan kekuatan adat istiadat yang kita miliki, Gorontalo harusnya tidak kalah sama Bali. Karena kita punya banyak adat istiadat, kalau bisa dikelola dan diangkat bukan cuma melestarikan adat tapi juga menambah pemasukan,” tegasnya. (adv)