Ini 5 Peristiwa GMT Paling Terkenal di Dunia

×

Ini 5 Peristiwa GMT Paling Terkenal di Dunia

Sebarkan artikel ini
Melihat Gerhana Matahari Dengan Kacamata Pelindung.

Hargo.co.id – Menanti datangnya GMT 9 Maret 2016 tak ada salahnya untuk membahas tentang sederet peristiwa memukau dari GMT yang paling terkenal sepanjang sejarah.

Pasalnya, beberapa provinsi di Indonesia jadi sedikit tempat di mana fenomena memukau ini bisa dilihat dengan mata telanjang. Meski terbilang langka, tahun ini bukan lah kali pertama

Sebagaimana diwartakan Live Science seperti dikutip liputan6.com, ada 5 peristiwa paling terkenal dari gerhana matahari total sepanjang sejarah.

1. Gerhana Ugarit. Termasuk salah satu gerhana paling dini yang pernah direkam, gerhana Ugarit menggelapkan langit selama dua menit tujuh belas detik di 1.374 sebelum masehi. Sejarah warga Mesopotamia d Urgarit, kota pelabuhan di utara Suriah, mengisahkan soal matahari yang ‘memalukan’ selama gerhana berlangsung.

2. Penyaliban Yesus Kristus. Langit gelap selama beberapa jam setelah Yesus disalib merupakan penuturan beberapa orang yang mengaku membacanya di Injil. Terlepas dari anggapan keajaiban, para pengamat sejarah menuturkan, gelapnya langit selama satu menit lima puluh sembilan detik tersebut merupakan gerhana matahari total.

3. Kelahiran Nabi Muhammad. Selama tiga menit tujuh belas detik gerhana matahari total terjadi ketika Nabi Muhammad lahir. Meski demikian, banyak muslim yang percaya bahwa gerhana matahari bukan lah pertanda spesifik akan suatu hal, termasuk lahir dan meninggalnya orang-orang terpilih.

4. Gerhana King Henry. Ketika anak dari William ini meninggal di tahun 1.133, gerhana matahari total terjadi setidaknya selama empat menit tga puluh delapan detik. Pada suatu naskah sejarah, ‘gelap yang mengerikan’ jadi deskripsi akan kepergian King Henry I. Setelah kematiannya, perebutan takhta membuat kerajaan ‘terlempar’ ke masa kaos dan perang sipil.

5. Gerhana Einstein. Jauh sebelum gerhana matahari 2016 diperbincangkan, masyarakat kuno melihat fenomena tersebut sebagai tanda kebesaran Tuhan, namun ahli fisika meneropongnya dari kacamata ilmu pengetahuan. Selama gerhana epic berlangsung di tahun 1919, di mana matahari ‘lenyap’ selama enam menit lima puluh satu detik, para penemu kerap menghubungkannya dengan teori relativitas milik Einstein. (diolah dari berbagai sumber/hargo)