Gorontalo

Ini Dua Poin Penting yang Ditekankan Gubernur Gusnar Terhadap Pelaksanaan APBD 2026

×

Ini Dua Poin Penting yang Ditekankan Gubernur Gusnar Terhadap Pelaksanaan APBD 2026

Share this article
Ini Dua Poin Penting yang Ditekankan Gubernur Gusnar Terhadap Pelaksanaan APBD 2026
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail pada Rapat Paripurna ke-63 DPRD Provinsi Gorontalo, Jumat (28/1/2025).

Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail menekankan dua poin penting yang harus menjadi perhatian bersama dalam memasuki pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026.

Berita Terkait:  Penjagub: SMK Tak Hanya Jadi Pilihan Terakhir Melanjutkan Pendidikan

Dua poin ini merupakan hasil pemantauan terhadap dinamika belanja dan pendapatan sepanjang 2025, serta persoalan teknis yang berdampak pada realisasi kegiatan. Dua poin utama inilah yang menurutnya harus menjadi fokus bersama agar pelaksanaan APBD 2026 menjadi lebih efektif.

Gusnar Ismail menyebut catatan pertama adalah kecepatan belanja dan kecepatan memperoleh pendapatan daerah.

Berita Terkait:  Satpol PP Kampanyekan Ketertiban dan Kawasan Tanpa Rokok di SMA/SMK

Sepanjang 2025, Gorontalo mampu menjaga ritme belanja dan pendapatan secara konsisten dan masuk dalam 10 besar provinsi dengan kinerja belanja serta pendapatan yang optimal.

“Kita terus dimonitor oleh Kemendagri setiap minggu. Alhamdulillah kita mampu menjaga ritme itu dan tidak pernah keluar dari 10 besar provinsi yang belanjanya tepat waktu dan pendapatannya meningkat secara konsisten,” ujar Gusnar Ismail pada Rapat Paripurna ke-63 DPRD Provinsi Gorontalo, Jumat (28/1/2025).

Berita Terkait:  Lukisan Sejarah Idah Syahidah dan Prabowo Subianto di Gorontalo

Ia menekankan bahwa capaian tersebut menjadi modal penting menghadapi 2026,

karena pemerintah pusat, khususnya Kementerian Keuangan akan menjadikan kinerja belanja dan pendapatan sebagai alat evaluasi utama.

Berita Terkait:  UMKM di Gorut dapat Bantuan Modal Usaha dari Pemprov, Nilainya Capai Rp. 221 Juta

Gusnar juga berharap kinerja baik daerah dapat berujung pada pemberian insentif fiskal, bukan hanya pengetatan anggaran.

“Kemudian daerah yang berprestasi membelanjakan dan menopang pendapatan dengan otonomi daerahnya, itu juga harus dihargai. Sehingga benar-benar otonomi daerah itu bisa terjaga konsisten, tidak terkesan dengan efisiensi anggaran, terkesannya menjadi sentralistik,” kata Gusnar Ismail.

Berita Terkait:  Gusnar-Idah Guyur Bantuan di Kota Utara, Herni: Terima Kasih Pak Gubernur dan Ibu Wagub

Poin kedua yang disampaikan Gubernur adalah terkait silpa. Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan terdapat dua penyebab utama terjadinya silpa pada 2025.

Pertama, perencanaan teknis kegiatan yang tidak matang sehingga anggaran tidak dapat dieksekusi. Kedua, kelalaian dalam memenuhi persyaratan kegiatan yang menyebabkan pekerjaan tidak dapat dilaksanakan tepat waktu.

Berita Terkait:  Pengangkatan Riris Ismail Sebagai Komisaris BSG Disebut Keputusan Kolektif

Gusnar Ismail mencontohkan salah satu OPD dengan kinerja di atas rata-rata, namun di akhir tahun ditemukan kegiatan bernilai miliaran rupiah yang belum dijalankan karena syarat pelaksanaannya tidak terpenuhi.

Kondisi tersebut baru terungkap pada November, ketika waktu pelaksanaan sudah mepet dan pelaksanaan dipaksakan berpotensi menimbulkan pelanggaran.

Berita Terkait:  Pemprov Gorontalo Siap Dukung dan Sukseskan PSU di Gorontalo Utara

Olehnya Gubernur berharap seluruh jajaran pemerintah daerah dan DPRD dapat menjalankan APBD 2026

dengan lebih baik, tepat waktu, dan tepat sasaran. (Rls)

Berita Terkait:  Perjuangkan Listrik untuk Daerah Terpencil, Gubernur Gusnar Puji Perhatian Rusli Habibie