Gorontalo

Pelatihan Qur’an Isyarat Baznas RI-Lakpesdam PWNU Gorontalo Berakhir, 31 Peserta Dinyatakan Lulus

×

Pelatihan Qur’an Isyarat Baznas RI-Lakpesdam PWNU Gorontalo Berakhir, 31 Peserta Dinyatakan Lulus

Sebarkan artikel ini
Pelatihan Qur’an Isyarat Baznas RI-Lakpesdam PWNU Gorontalo Berakhir, 31 Peserta Dinyatakan Lulus
Suasana pelatihan (Training of Trainer) Qur’an Isyarat yang diselenggarakan Baznas RI bersama Lakpesdam PWNU Gorontalo.

Hargo.co.id, GORONTALO – Pelatihan (Training of Trainer) Qur’an Isyarat yang diselenggarakan Baznas RI bersama Lakpesdam PWNU Gorontalo resmi berakhir pada Jumat, 28 November 2025.

Berita Terkait:  Satpol PP Sidak Sejumlah SPBU, Pastikan BBM Bersubsidi Tersalur dengan Tepat

Dari 34 peserta yang mengikuti kegiatan selama dua hari, 31 orang dinyatakan lulus dan siap menjadi pelatih Qur’an Isyarat untuk komunitas Tuli di Gorontalo.

Pada hari terakhir, kegiatan diawali pukul 07.00 Wita dengan pelaksanaan post test untuk mengukur pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh materi.

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Dorong Penguatan Bahan Baku Lokal untuk Program MBG di Gorontalo

Sesi review materi kemudian diberikan panitia selama 30 menit guna memastikan peserta siap menghadapi ujian praktik.

Selanjutnya, peserta mengikuti ujian praktik tilawah dan kitabah Surah Al-Fatihah yang berlangsung hingga pukul 09.30 Wita. Penilaian ini menjadi bagian utama dalam menentukan kelulusan peserta.

Berita Terkait:  Peringati Hari Lahan Sedunia, Pemprov Gorontalo Gelar Penanaman Serentak

Usai evaluasi, kegiatan ditutup secara resmi pada pukul 09.30–10.00 Wita. Setelah itu, peserta melanjutkan pembuatan video praktik tilawah dan kitabah hingga sore hari sebagai bagian dari portofolio kelulusan.

Perwakilan Baznas RI, Ilman Faqih Sibgatullah, yang menutup kegiatan tersebut, berharap para peserta mampu menjadi penggerak dalam memperluas akses pembelajaran Qur’an Isyarat.

Berita Terkait:  Akademisi Ini Desak Gubernur Gusnar Tertibkan PPI Tenda

“Kami berharap pelatihan ini memberi manfaat besar bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Semoga para peserta bisa mengembangkan pembelajaran Qur’an Isyarat di daerah masing-masing,” ujar Faqih.

Sementara itu, pemateri Ida Zulfiya dari Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an turut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan pelatihan ini.

Berita Terkait:  Pemprov Gorontalo Ajak Kader Ansor dan Banser Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024

Menurutnya, Lakpesdam PWNU Gorontalo menunjukkan kinerja yang sigap dan profesional dalam menggarap program Qur’an Isyarat.

“Profesionalitas tim Lakpesdam membuat pengimbasan ini berlangsung hangat, inklusif, dan benar-benar berdampak,” kata Ida.

Berita Terkait:  Pelayanan Pasien Dikeluhkan, Idah Beri Peringatan untuk RS Ainun Habibie

Ketua Lakpesdam PWNU Gorontalo, Hendra Yasin, juga menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan penuh Baznas RI.

Kolaborasi tersebut dinilainya mampu mendorong perluasan layanan keagamaan yang lebih ramah dan mudah diakses oleh komunitas Tuli.

Berita Terkait:  Pemprov Gorontalo Perkuat Satgas Percepatan IPR, Libatkan Multi Pihak

Dengan hadirnya 31 pelatih baru, program Qur’an Isyarat di Gorontalo diharapkan semakin berkembang dan memberikan ruang inklusif bagi penyandang disabilitas dalam mempelajari Al-Qur’an.(*)