Ini Kronologi Lengkap Kasus Gorok Leher di Kelurahan Tanggikiki

×

Ini Kronologi Lengkap Kasus Gorok Leher di Kelurahan Tanggikiki

Sebarkan artikel ini
Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota IPTU Mohamad Nauval Seno, S.T.K.,S.I.K didampingi Personel Bagian Humas saat menggelar Press Conference di depan Mapolres, Senin (03/01/2021). (Foto: Zulkifli Polimengo/HARGO)
Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota IPTU Mohamad Nauval Seno, S.T.K.,S.I.K didampingi Personel Bagian Humas saat menggelar Press Conference di depan Mapolres, Senin (03/01/2021). (Foto: Zulkifli Polimengo/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Terduga pelaku penganiayaan atau gorok leher yang terjadi di Kelurahan Tanggikiki, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo pada Ahad (02/01/2022) dipastikan telah ditemukan 5 jam usai kejadian dalam kondisi gantung diri dan meninggal dunia. 

Adalah IA alias Une (22), pria yang tercatat sebagai warga Kelurahan Tanggikiki, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo itu, ditemukan warga dalam keadaan gantung diri di sebuah kandang ternak yang berlokasi di Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, sekitar pukul 23.00 Wita. 

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota IPTU Mohamad Nauval Seno, S.T.K.,S.I.K dalam gelaran Press Conference yang berlangsung di depan Mapolres pada Senin (03/01/2022). 

“Awalnya pada Minggu 2 Januari kemarin, telah terjadi penganiayaan di wilayah Kelurahan Tanggikiki, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo terhadap korban Fahri Basalama yang belakangan diketahui berprofesi sebagai imam masjid setempat,”ungkap IPTU Mohamad Nauval Seno, S.T.K.,S.I.K. 

Lebih lanjut Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota menerangkan, dimana kronologi kejadian tersebut berawal dari saat pelaku mendatangi rumah korban dengan maksud untuk meminta air minum. 

“Pelaku ini datang ke rumah korban untuk meminta air minum. Ketika korban hendak mengambil asbak, pelaku mengikutinya dan langsung menyerang korban dengan menggunakan pisau cutter. Setelah itu pelaku langsung melarikan diri dan sesaat kemudian korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,”terang IPTU Mohamad Nauval Seno, S.T.K.,S.I.K. 

Selain itu kata Kasat Reskrim, berdasarkan informasi dari istri korban dan masyarakat setempat, pihak keluarga korban membuat laporan di Polsek Kota Utara yang selanjutnya langsung melakukan penyelidikan terhadap pelaku. 

“Saat kita sedang melakukan penyelidikan terkait identitas dan keberadaan pelaku, akhirnya menemukan pelaku sudah mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di sebuah kandang ternak di daerah Dulomo Selatan. Pelaku ini pertama kali ditemukan oleh masyarakat setempat dan juga yang mengenal keluarga korban, sehingga pihak keluarga korban bersama dengan personel kami langsung mendatangi lokasi kemudian mengamankan pelaku untuk dibawa ke rumah sakit Aloei Saboe,”kata IPTU Mohamad Nauval Seno, S.T.K.,S.I.K. 

Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota itu juga menambahkan, Informasi sementara dari pihak saksi dan istri korban, bahwa hubungan pelaku dengan korban adalah seperti halnya murid dengan guru. Belakangan diketahui pelaku juga sebagai pasien dari korban karena pelaku diketahui memiliki keterbelakangan mental sehingga korban sering memberikan pengobatan terhadap pelaku. 

“Kami kemarin malam bersama Polsek Kota Utara melakukan pemeriksaan terhadap saksi – saksi dan tetap melengkapi administrasi kami, kemudian nanti kami akan melakukan gelar perkara yang mana pelaku dari penganiayaan ini telah meninggal dunia,”tambah IPTU Mohamad Nauval Seno, S.T.K.,S.I.K. 

Ditanya  soal motiv dari pelaku melakukan penganiayaan hingga mengakhiri hidupnya sendiri, Kasat Reskrim menegaskan bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti karena pelaku sudah meninggal dunia, namun begitu sesuai informasi dari sejumlah pihak bahwa pelaku memang memiliki keterbelakangan mental. (***) 

 

Penulis: Zulkifli Polimengo