Senin, 15 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini Tanggapan Gustam Ismail Terkait Lelang Ulang Paket PEN

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Sabtu, 18 Juni 2022 | 20:05 Tag: , ,
  Anggota DPRD Gorut, Gustam Ismail

Hargo.co.id, GORONTALO – Langkah pemerintah untuk melelang ulang paket yang didanai Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), menuai respon dari DPRD Gorontalo Utara (Gorut). Tak ada larangan, namun perlu diingatkan tentang waktu kerja,, apalagi saat ini sudah pertengahan tahun. 

Kepada media ini, Anggota DPRD Gorontalo Utara, Gustam Ismail mengatakan bahwa apapun jalan keluar yang ditempuh oleh instansi teknis, tidak ada masalah. Selama itu untuk menyelesaikan program dan tidak bertentangan dengan regulasi. 

“Silahkan saja selama itu sesuai dengan regulasi serta aturan dan ketentuan yang berlaku. Hanya saja kami mengingatkan persoalan waktu yang saat ini sudah pada pertengahan tahun anggaran,” kata Gustam Ismail.

Sejak awal memang pihak DPRD mendorong agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak cepat melakukan tender agar tidak terlambat lagi. 

“Itu dari sisi waktu. kami tak ingin ada lagi pekerjaan yang tertunda apalagi sampai harus putus kontrak karena keterlambatan waktu tender dan lain sebagainya. Sebenarnya ini sangat disayangkan, apalagi alasannya hanya karena perbedaan pendapat yang tidak ada titik temunya sampai harus dilakukan tender ulang. Harusnya ini tidak terjadi,” ujar Gustam Ismail.

Sebenarnya, pihak DPRD sudah berulang kali melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan dan progres dana PEN tersebut. Namun tender ulang menjadi jalan keluarnya dan harus segera dilakukan, mengingat waktu yang semakin mepet. Gustam Ismail berharap agar tender ulang tersebut, jangan sampai gagal lagi oleh persoalan yang seharusnya tidak terjadi dan dapat saja diselesaikan jika dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan maksimal. 

“Untuk itu pada proses tender ulang ini, baik Pokja maupun dinas itu harus ada komunikasi yang maksimal, jangan sampai gagal lagi. Ingat waktu tidak menunggu dan pekerjaan ini harus segera diselesaikan,” terangnya.

Gustam Ismail juga mengingatkan bahwa dana tersebut merupakan utang daerah yang harus dikembalikan tidak hanya pokok pinjaman saja, namun juga ada bunganya. 

“Sehingga pekerjaan tersebut harus benar-benar diseriusi, karena ada syarat dan ketentuan juga yang berlaku dalam proses pelaksanaan pekerjaan tersebut yang mempengaruhi pada dana transfer,” tandasnya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 13 times, 1 visits today)

Komentar