Hargo.co.id, GORONTALO – Nyaris luput dari pemberitaan. Inilah sosok manusia sederhana, sang pendesain logo Kabupaten Boalemo. Tak dikenal, bukan soal bagi dirinya. Yang terpenting bisa berbuat untuk daerah.
Adalah Syarifudin Biya. Kepada Hargo.co.id, pria kelahiran Hungayonaa, Tilamuta, Boalemo 1972 itu menceritakan, pada 2003 silam, dirinya mendaftar dan ikut sayembara bersama ratusan orang para desainer dari berbagai daerah.
Tak disangka kata pria yang akrab disapa Om Jois itu, begitu diumumkan dan ditetapkan melalui sidang paripurna di gedung DPRD Boalemo, ternyata logo yang ia desain kerangkanya, menjadi yang terbaik satu. Dengan begitu, ia menjadi pemenang lomba.
Hadiah total yang disiapkan pemerintah kala itu lanjutnya, sebesar Rp 10 juta. Untuk juara satu sebesar Rp 5 juta, juara dua Rp 3 juta, dan juara tiga sebesar Rp 2 juta. Walhasil, karena ia sebagai pemenang, maka berhak mendapatkan Rp 5 juta.
“Saya juara satu. Juara dua pak Handoyo Sugiharto. Kadis PUPR Provinsi Gorontalo saat ini. Ada ratusan kami yang ikut sayembara,”cerita Syarifudin Biya, Kamis, (13/01/2022) malam, di kediamannya, di Dusun II, Hungayonaa, Tilamuta.
Dikisahkannya, bupati Boalemo pada saat itu adalah Iwan Bokings. Sedangkan Ketua DPRD, adalah Nizam Dai. Adapun mengenai makna tersirat pada logo Boalemo, memang sudah ada ketentuan, atau kriteria yang diberikan pihak panitia.
“Jadi gambar yang ada pada logo itu memang sudah merupakan kriteria yang dibuat oleh para pejuang Boalemo, termasuk om saya ada disitu. Nah, saat itu mereka rapat, membahas seperti apa logo daerah, dan kriterianya. Kemudian kami dilombakan membuat dan menyusun objek-objeknya,” ujarnya.
Lanjutnya, objek-objek potensial yang tergambar pada logo tersebut, meliputi kekayaan alam laut, hutan, dan pangan pertanian daerah. Tak heran terdapat gambar kelapa, sawah, hutan, bahkan kapas dan padi. Yang menjadi penilaian panitia kata Syarifudin Biya, yaitu penempatan-penempatan objek tersebut.
“Ada gambar padi sebanyak 30 butir, dan kapas 6 butir. Totalnya ada 36. Hal itu mengartikan 36 Tahun perjuangan terbentuknya Kabupaten Boalemo. Ada penilaian juga dari UNG pada saat itu, pihak akademis melihat secara objektif, mana yang memenuhi kriteria, penempatan objek-objek itu,” tuturnya seraya mengungkapkan jika dirinya kini sudah membuka percetakan Cipta Aksara yang beralamat di depan Hotel Citra Ayu, Desa Hungayonaa, Tilamuta.
Mengapa gambar laut paling di depan, kata Syarifudin Biya, karena memang potensi yang dinilai paling unggulan di daerah ini, adalah sektor kelautan dan perikanan. Artinya, sektor ini bisa diandalkan kapan saja tanpa mengenal waktu. Berbeda dengan pertanian, yang terkadang jika menghadapi musim kemarau panjang, atau musibah-musibah alam lainnya, para petani menjerit.
“Kalau laut kan kapan saja, potensi yang terkandung dalam laut memang sudah lahiriah itu. Seperti ikan yang ada terus, tak mengenal waktu. Makanya saya kuatkan bahwa laut memang merupakan sumber utama kehidupan masyarakat di daerah ini,” ujarnya.
Singkat cerita, saat ini Syarifudin Biya, menggeluti usahanya di bidang percetakan baliho. Sehari-harinya, ia juga bekerja membuat sablon, taman dekorasi, mendesain bangunan, kaus, dan masih banyak lagi yang ia bisa lakukan terkait seni rupa. Membuat patung pun, bisa dikerjakan jika dibutuhkan orang.
“Sejak muda, sebelum merantau ke Ternate selama puluhan Tahun, saya memang sudah menggeluti dunia seni rupa. Alhamdulillah, di antara karya saya itu, adalah patung Presiden Soekarno dan Soeharto yang berdiri di samping jalan Trans Sulawesi, tepat di Kecamatan Paguyaman,” ia menandaskan.
Bagi yang butuh jasa desain, percetakan baliho, atau ingin membuat sesuatu kaitan dengan seni rupa, bisa menghubungi Syarifudin Biya di nomor telepon 085298242033. (***)
Penulis : Abdul Majid Rahman
